Disamping itu melalui anak usahanya, Mukti Plantation bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat turun langsung ke lapangan, berjibaku memadamkan api di sekitar kawasan perkebunan. Sebagai grup perusahaan perkebunan kelapa sawit, Mukti Plantation menaungi PT Mustika Agung Sentosa, PT Asia Mukti Lestari, dan PT Sandai Sawit Makmur di Kabupaten Ketapang; serta PT Adau Agro Kalbar, PT Adau Hijau Lestari, PT Agrolestari Kencana Makmur, dan PT Bumi Sawit Utama di Kabupaten Melawi.
Manager Eksternal Relation Mukti Plantation, Drs Suhadi SW MSi menyampaikan, upaya cepat tanggap tersebut dilakukan guna memutus penyebaran api, sehingga tidak merambat ke area konsesi maupun ke pemukiman warga. Setiap hari, tim perusahaan terus mengawasi titik-titik api secara berkala melalui patroli bersama di sekitar wilayah operasional perkebunan. “Ini untuk memastikan situasi tetap terkendali,” ujarnya.
Pihaknya juga membentuk Posko Karhutla, dibantu pihak TNI dan Brimob dari Mabes Polri.
“Bersama Satuan Tugas Karhutla di kebun dan masyarakat sekitar kebun, kami saling bahu membahu untuk memadamkan api dan mengeliminir titik Api,” katanya.
Ia turut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekitar agar tetap aman dan terhindar dari bahaya kebakaran. Apalagi sudah hampir tiga bulan tidak ada hujan, sehingga kekeringan lama membuat barang di sekitar mudah terbakar. Dalam kondisi semakin pekatnya kabut asap dan tidak sehatnya udara, diharapkan tidak melakukan pembakaran dalam mengolah lahan pertaniannya.
Masyarakat pun diajak untuk kembali membudayakan penggunaan masker, seperti ketika terjadi covid beberapa tahun lalu. Kabut asap tidak baik bagi kesehatan, utamanya menyebabkan gangguan pernapasan, ISPA, dan gangguan kesehatan lainnya. (mde/ser)
Editor : Hanif