PONTIANAK POST - Personil gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, Rabu (9/9). Seluas 5 hektare terbakar di lokasi tersebut. Tim gabungan terdiri dari personel BKO Brimob Polda Bali, Brimob Ketapang, unsur Kecamatan Matan Hilir Utara dan Satpol PP, BPBD Ketapang, Manggala Agni, TNI, serta masyarakat Desa Kuala Tolak. Tim dipimpin Kapolsek Matan Hilir Utara, IPTU Ruswanto.
Tim gabungan melakukan pengecekan dan penanganan pada sejumlah titik koordinat lokasi Karhutla di wilayah Desa Kuala Tolak. Kondisi di lapangan cukup menantang karena cuaca panas disertai angin kencang. Sementara sumber air di sekitar lokasi tergolong minim sehingga membutuhkan upaya pemadaman secara maksimal.
Adapun vegetasi yang terbakar berupa pohon paku, dedaunan kering dan pepohonan, dengan kondisi tanah berupa gambut tipis. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, api diduga berasal dari sisa kebakaran sebelumnya yang kembali membesar akibat tiupan angin kencang serta kondisi dedaunan yang telah kering dan mudah terbakar.
Baca Juga: Gatriwara DPRD Ketapang Salurkan Bantuan untuk Relawan Karhutla yang Siaga Padamkan Api
Kapolres Ketapang, AKBP Putra Pratama, mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla tersebut. Dia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api melalui layanan kepolisian, termasuk Call Center 110.
"Polres Ketapang bersama seluruh stakeholder akan terus melakukan patroli dan pemantauan wilayah rawan Karhutla. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan," pesan Putra. (afi)
Editor : Miftahul Khair