Kabut Asap Ketapang Makin Pekat, Bupati Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Ahmad Sofi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB
Kondisi Senin (14/9) pagi hari di Kota Ketapang yang diselimuti asap pekat.
Kondisi Senin (14/9) pagi hari di Kota Ketapang yang diselimuti asap pekat.

PONTIANAK POST - Kabut asap di Kota Ketapang semakin pekat. Dini hari hingga pagi hari, kabut asap terasa lebih pekat dan dapat mengurangi jarak pandang. Pada kondisi tertentu, angin yang lebih lemah membuat asap sulit menyebar sehingga terkonsentrasi di dekat permukaan.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Mengingat kondisi udara sangat tidak sehat.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan. Partikel asap yang terhirup dapat menimbulkan berbagai gangguan, mulai dari mata perih, batuk, iritasi tenggorokan, hingga gangguan pernapasan," ajak Alex.

Baca Juga: Right to the City: Kabut Asap dan Hak atas Udara Bersih di Pontianak

Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini.

Alex mengajak untuk saling menjaga, mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, memperbanyak minum air putih, dan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Dia  juga mengajak untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, jangan membakar sampah sembarangan, jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan segera laporkan jika melihat titik api atau kejadian yang berpotensi menimbulkan kebakaran. (afi)

Editor : Miftahul Khair
Alexander Wilyo. karhutla ketapang kabut asap kualitas udara