PONTIANAK POST - Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Ketapang dan Kayong Utara, Kamis (17/9). Kunjungan ini dilakukan untuk mengevaluasi progres pemadaman sekaligus memperkuat sinergi personel gabungan di titik rawan bencana.
Pangdam menyampaikan bahwa penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Barat terus mendapatkan perhatian intensif, sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto yang menjadikan isu ini sebagai atensi nasional.
"Sejak dilaksanakannya status tanggap darurat, TNI telah menambah kekuatan, bahkan Kodam XII Tanjungpura mendapatkan perkuatan satuan BKO dari luar wilayah. Hasil evaluasi menunjukkan tren penanganan saat ini terus membaik," kata Novi Rubadi.
Baca Juga: Antisipasi Karhutla Meluas, Pemkab Barito Utara Siagakan Alat Berat di Teweh Selatan
Berdasarkan data pemantauan, penurunan jumlah titik panas dan titik api secara signifikan terjadi di sektor Kalimantan Barat bagian utara, meliputi Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu dan Landak.
Namun, data BMKG mengindikasikan bahwa wilayah sektor selatan masih mengalami kondisi cuaca yang lebih kering. Menanggapi hal tersebut, Kodam XII Tanjungpura mengambil langkah strategis dengan menggeser persebaran pasukan penanggulangan.
"Sektor utara yang kondisinya sudah membaik kita geser pasukannya ke wilayah selatan. Harapannya, setiap kecamatan, Koramil, hingga desa ada unsur TNI bersama Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, dan Polri yang bahu-membahu melakukan pemadaman," tegasnya.
Selain upaya pemadaman di lapangan, penanganan karhutla juga dikombinasikan dengan langkah penegakan hukum terhadap oknum atau korporasi yang masih mengolah lahan secara ilegal dengan cara membakar. TNI juga menurunkan tim penyuluh hukum ke pemukiman warga untuk memberikan edukasi mengenai teknik pengelolaan lahan yang aman.
Baca Juga: Pangdam XIII/Merdeka Dorong Kolaborasi Pentahelix Dukung Program TNI di Sulut
Mengenai dinamika titik api harian, Pangdam menjelaskan adanya pola fluktuatif yang dipengaruhi suhu dan angin harian, meski secara keseluruhan angka hotspot menunjukkan penurunan di aplikasi SiPongi.
"Secara siklus harian, titik api paling minim terpantau pada pagi hari, lalu sedikit meningkat pada siang hari karena faktor panas dan angin, dan kembali menurun menjelang sore. Namun secara akumulatif, jumlah titiknya terus berkurang," jelas Novi Rubadi.
Sementara itu, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengatakan upaya penanganan Karhutla di Ketapang terus diperkuat. Termasuk juga memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih menjadi perhatian bersama. Karena itu, penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan warga tetap memperoleh kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari," kata Alex.
Dia menjelaskan, air bersih yang disalurkan dapat langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Kehadiran fasilitas RO dari TNI dan Polri menjadi solusi nyata bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air bersih akibat berkurangnya debit air selama musim kemarau.
"Kehadiran Pangdam XII Tanjungpura dan seluruh pihak menunjukkan bahwa penanganan Karhutla dan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat dilakukan secara bersama-sama. Semangat gotong royong dan kepedulian inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dampak kemarau yang dirasakan masyarakat," ungkap Alex.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Mulai Ganggu Warga Kayong Utara, Jarak Pandang Terbatas Pagi dan Sore
Alex juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan membakar, tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani lebih cepat.
"Karhutla adalah persoalan bersama yang dampaknya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Karena itu, pencegahan dan penanganannya membutuhkan kepedulian serta gotong royong semua pihak," pungkasnya. (afi)
Editor : Miftahul Khair