PONTIANAK POST - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meresmikan Jembatan Gantung di Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Jumat (25/9). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita. Kedatangan bupati dan rombongan disambut dengan ritual adat setempat. Suasana penuh rasa syukur terasa ketika jembatan yang selama ini dinantikan masyarakat akhirnya resmi digunakan.
"Setiap langkah di atas jembatan itu bukan sekadar menyeberangi sungai. Ada harapan masyarakat yang ikut melangkah bersamanya, harapan anak-anak untuk lebih mudah bersekolah, harapan petani untuk membawa hasil kebun, serta harapan warga untuk mendapatkan akses kesehatan dan pelayanan dasar dengan lebih mudah," ungkap Alex.
Jembatan Gantung Lipat Gunting terpanjang di Ketapang ini dibangun melalui APBD Ketapang 2023. Penyelesaian pembangunannya menjadi tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui hasil reses DPRD Ketapang. Alex mengatakan, pembangunan jembatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk membuka akses dan memperkuat konektivitas masyarakat, khususnya di wilayah selatan Ketapang.
Baca Juga: Kebutuhan Pembenahan Infrastruktur Temajuk Diperkirakan Rp350-400 Miliar
"Jembatan ini bukan hanya sekadar infrastruktur. Ini adalah urat nadi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat. Dengan berfungsinya Jembatan Lipat Gunting, akses warga menjadi lebih cepat, aman, dan mudah," kata Alex.
Menurutnya, jalan, jembatan, dan akses transportasi adalah bagian penting dalam membuka kesempatan masyarakat untuk tumbuh dan bergerak. Ketika akses semakin dekat, aktivitas ekonomi menjadi lebih mudah, anak-anak dapat bersekolah dengan lebih aman, dan pelayanan dasar semakin mudah dijangkau. Komitmen memperkuat konektivitas wilayah juga dilakukan melalui perbaikan Jembatan Gantung Sengkuang Merabong di Desa Sengkuang Merabong, Kecamatan Manis Mata. Jembatan tersebut kembali berfungsi setelah sempat terputus akibat banjir pada 2022, melalui dukungan APBD Ketapang 2025.
"Satu jembatan telah berdiri. Namun yang sesungguhnya sedang dibangun adalah jalan menuju kehidupan yang lebih mudah, kesempatan yang lebih luas, dan masa depan yang lebih dekat bagi masyarakat," katanya. (afi)