Pipa Air Putus Digali Ekskavator, Pasokan Tirta Pawan Terhenti di 17 Wilayah Ketapang

Ahmad Sofi • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 11:32 WIB
Salah satu pipa induk milik Perumda Tirta Pawan Ketapang rusak akibat galian proyek di Jalan S. Parman. (ISTIMEWA)
Salah satu pipa induk milik Perumda Tirta Pawan Ketapang rusak akibat galian proyek di Jalan S. Parman. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Salah satu pipa induk milik Perumda Tirta Pawan Ketapang putus akibat ekskavator. Alat berat tersebut diketahui mengerjakan proyek galian di Jalan S. Parman, tepatnya di depan Lapas Ketapang tersebut. Dikehatui, pipa penyumplai air untuk sebagian besar warga Kota Ketapang tersebut putus sejak 23 September 2026. Akibatnya, pasokan air masyarakat terhenti. ‎Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat karena terjadi di tengah kemarau berkepanjangan yang membuat sebagian warga semakin bergantung pada pasokan air dari Perumda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

‎Hingga Minggu (27/9), gangguan distribusi air masih terjadi. Sedikitnya 17 ruas jalan dan wilayah pelayanan terdampak, di antaranya Jalan Lingkar Kota, Sukaharja, Kalinilam, Paya Kumang, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan S. Parman hingga Jalan HOS Cokroaminoto. Salah satu warga yang terdampak, Wadi, mengatakan kondisi tersebut cukup menyulitkan dirinya dan keluarganya. Terlebih dalam beberapa waktu terakhir kondisi cuaca yang kering membuat kebutuhan air menjadi semakin penting.

‎"Air ini kebutuhan sehari-hari. Apalagi sekarang kondisi kemarau, tidak semua warga punya sumber air lain yang bisa digunakan. Kalau air PDAM berhenti, aktivitas masyarakat ikut terganggu," katanya. 

Baca Juga: Kemarau Panjang Ganggu Jalur Sungai di Sintang, Pemkab Siapkan Mitigasi untuk Warga Pedalaman

‎Keluhan serupa disampaikan Dedi. Dia mengatakan terhentinya aliran air membuat warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

‎"Kalau hanya sebentar mungkin masih bisa dicari solusinya. Tapi kalau sampai beberapa hari, tentu sangat menyulitkan. Apalagi sekarang sedang kemarau," ungkapnya. (afi)

Editor : Miftahul Khair
Gangguan Air Pipa Air Putus Perumda Tirta Pawan Kemarau ketapang