PONTIANAK POST - Setelah 86 hari tanpa hujan, Kota Ketapang dan sebagian besar wilayah Ketapang akhirnya diguyur hujan pada Minggu (27/9). Hujan mulai turun di sejumlah wilayah sejak siang, sementara hujan deras mengguyur Kota Ketapang pada Minggu petang.
"Hujan malam ini terasa begitu berarti. Ini bukan sekadar air yang jatuh dari langit, melainkan wujud kelegaan, kebahagiaan, dan rasa syukur yang mendalam setelah sekian lama dinantikan," ungkap Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, saat menghadiri acara Maulid Nabi di Desa Sukabaru, Kecamatan Benua Kayong.
Alex mengatakan, ujian kemarau dan Karhutla tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga hewan, tumbuh-tumbuhan, dan lingkungan.
Baca Juga: Kemarau Panjang Jadi Evaluasi, Pemkot Pontianak Perkuat Respons Layanan Warga
"Mari jadikan momentum ini sebagai pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli dan menjaga lingkungan sekitar," ajaknya.
Ia juga mengajak masyarakat meneladani kesabaran, kesederhanaan, kasih sayang, serta kebaikan Rasulullah SAW.
"Hujan yang turun bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi dan peresmian kantor desa ini menjadi pertanda baik, semoga terdapat keberkahan didalamnya, serta keselamatan bagi seluruh masyarakat Ketapang," harap Alex.
Bupati turut mengapresiasi seluruh pihak yang berjuang menghadapi Karhutla dan mengajak masyarakat memperkuat gotong royong membangun Ketapang.
Baca Juga: Kemarau Panjang Ganggu Jalur Sungai di Sintang, Pemkab Siapkan Mitigasi untuk Warga Pedalaman
"Mari terus bergandengan tangan, memperkuat gotong royong, dan memberikan yang terbaik untuk daerah yang kita cintai. Sebab Ketapang adalah rumah besar kita bersama, rumah yang harus kita jaga, kita rawat, dan kita bangun bersama demi masa depan generasi mendatang," pungkas Alex. (afi)
Editor : Miftahul Khair