PONTIANAK POST - Perjalanan pengabdian seorang pemimpin selalu lahir dari proses panjang, ketekunan, dan tantangan yang membentuk ketangguhannya. Hal tersebut tercermin jelas dalam wawancara Manager Public Relation Mukti Group, Resti bersama Yuliana Kislin SSos MAP, Camat Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, beberapa hari sebelum ia dilantik mengemban jabatan baru di Pemkab Ketapang.
Sebagai pemimpin perempuan kedua yang dipercaya mengakhiri masa tugas memimpin wilayah seluas 15 desa dan 2 desa persiapan ini, Yuliana menekankan pentingnya kepemimpinan inklusif. Bagi dirinya, batas gender tidak pernah menjadi penghalang. Hubungan kerja yang solid dibangun atas dasar komunikasi, keterbukaan, dan kolaborasi nyata, terutama dalam merangkul mitra strategis seperti Mukti Group.
Salah satu tantangan krusial Simpang Hulu adalah ancaman tahunan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mengingat geografis wilayah yang sangat luas, Yuliana menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, hanya mengandalkan pemerintah dan aparat.
Baca Juga: Tanggap Bencana Mukti Plantation, 310 Warga Terima Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Sejalan arahan Pemkab Ketapang, Simpang Hulu aktif mengintensifkan sinergi lintas sektor. Mukti Group (Mukti Plantation) menjadi salah satu mitra utama yang berperan aktif, berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat sekitar operasional perusahaan.
"Masalah Karhutla butuh langkah bersama. Pemerintah, masyarakat, dan perusahaan harus saling bahu-membahu. Sejauh ini komunikasi dan koordinasi dengan Mukti Plantation berjalan sangat baik dalam upaya penanggulangan dan pencegahan bencana ini," ujarnya.
Kolaborasi tidak hanya mencakup penanganan darurat saat titik api muncul, melainkan juga pencegahan dini melalui komunikasi berkelanjutan. Bagi Yuliana, kemitraan pemerintah kecamatan dan Mukti Group menjadi pondasi penting untuk menangani berbagai potensi masalah wilayah secara responsif dan terukur.
Dedikasi Yuliana membangun sinergi wilayah berakar dari perjalanan karir yang ia mulai dari bawah. Setelah menuntaskan pendidikan di Fisipol Universitas Tanjungpura Pontianak, ia sempat menganggur 4 tahun dan gagal dalam 3 kali percobaan CPNS. Pantang menyerah, pada percobaan keempat tahun 2010, ia akhirnya dinyatakan lulus CPNS di Ketapang.
Perjalanan karir Yuliana mulai dari Staf Dinas Sosial (2010), Staf Sekretariat Kecamatan Simpang Hulu (2012), Kasi (2016), Sekretaris Kecamatan (2019), dipercaya menjadi Plt. Camat, dan akhirnya resmi dilantik menjadi Camat Simpang Hulu pada 2023. Pada Oktober 2026, ia menjabat Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ketapang. Proses berlanjut dari tingkat paling dasar ini memberikan Yuliana pemahaman mendalam mengenai dinamika lapangan dan pentingnya merangkul seluruh entitas di wilayahnya.
Ia berpesan kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dan mau menimba pengalaman dari level mana pun.
"Jangan gengsi dan jangan memilih-milih pekerjaan. Yang terpenting adalah mencari pengalaman dan mengasah skill. Sukses itu tidak instan, harus melalui proses, dari pahitnya pengalaman menjadi manisnya hasil," katanya.
Rekam jejak dan ketekunan Yuliana menjadi modal utama memimpin Simpang Hulu. Sinergi yang terjalin erat antara pihak kecamatan, masyarakat, dan Mukti Group menjadi bukti nyata bahwa tantangan besar wilayah, seperti Karhutla maupun program pembangunan daerah, dapat diatasi melalui kolaborasi yang kokoh.
Resti menyampaikan, segenap manajemen dan tim Mukti Group mengucapkan selamat atas amanah dan pengabdian Ibu Yuliana Kislin SSos MAP.
"Sukses untuk jabatan barunya sebagai Sekretaris Badan Pendapatan Daerah, Kabupaten Ketapang. Semoga kolaborasi dan sinergi baik yang telah terbangun dapat terus melaju demi kemajuan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Simpang Hulu," ujar Resti. (mde/ser)
Editor : Hanif