Ibunda Hilang dan Tersesat, Jejak Pulang Ditemukan lewat Grup WhatsApp

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 18:31 WIB
KEMBALI KE KELUARGA: Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukaharja mengantarkan Islamiyyah pulang setelah lansia tersebut ditemukan tersesat dan lupa jalan pulang di Ketapang, Minggu (4/10). Foto: Polres Ketapang
KEMBALI KE KELUARGA: Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukaharja mengantarkan Islamiyyah pulang setelah lansia tersebut ditemukan tersesat dan lupa jalan pulang di Ketapang, Minggu (4/10). Foto: Polres Ketapang

 

PONTIANAK POST — Abdul Majid akhirnya bisa bernapas lega. Setelah seharian mencari ibunya, Islamiyyah, lansia tersebut ditemukan dalam keadaan selamat. Sang ibu rupanya tersesat dan lupa jalan pulang hingga akhirnya dipertemukan kembali dengan keluarga melalui informasi yang menyebar di grup WhatsApp.

Peristiwa bermula Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Warga melihat Islamiyyah berada di tepi jalan menuju Kompleks Praja Nirmala, Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang.

Lansia tersebut terlihat kebingungan. Ia tidak mengetahui jalan untuk kembali ke rumah.

Warga yang menemukannya memilih tidak membiarkannya seorang diri. Islamiyyah kemudian diantar ke Polsek Delta Pawan agar mendapat bantuan. Persoalan berikutnya muncul: di mana rumah Islamiyyah?

Foto Menyebar di WhatsApp

Petugas kemudian memanfaatkan jaringan komunikasi yang mereka miliki. Foto dan keterangan mengenai Islamiyyah disebarkan melalui grup WhatsApp Polsek Delta Pawan, jaringan Bhabinkamtibmas, hingga grup komunikasi warga.

Informasi itu bergerak dari satu grup ke grup lainnya.

Upaya tersebut akhirnya menghasilkan petunjuk. Alamat Islamiyyah diketahui berada di Gang Karim RT 22, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukaharja Bripka Ridwanto bersama Ketua RT 22 Adi Candra kemudian mendatangi alamat tersebut. Islamiyyah pun diantar pulang.

Di rumah itulah pencarian Abdul Majid berakhir. Ia kembali bertemu dengan ibu kandungnya setelah sekitar satu hari mencari keberadaannya.

Teknologi Sederhana Jadi Penunjuk Jalan

Kasus tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat menjadi alat pencarian ketika terhubung dengan jaringan masyarakat.

Bukan aplikasi pelacak khusus yang menemukan alamat Islamiyyah.

Petunjuk justru datang dari foto, informasi singkat, grup WhatsApp, serta orang-orang yang mengenali lansia tersebut dan lingkungan tempat tinggalnya.

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengapresiasi warga yang pertama kali menemukan dan membantu Islamiyyah, serta personel yang ikut mencari keluarganya.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan yang patut kita apresiasi. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada personel Polsek Delta Pawan dan Bhabinkamtibmas yang telah bergerak cepat memberikan bantuan hingga nenek tersebut berhasil ditemukan keluarganya,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat tidak mengabaikan orang yang terlihat membutuhkan pertolongan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan warga yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Berakhir di Rumah

Bagi Abdul Majid, yang terpenting bukan bagaimana informasi itu berpindah dari satu telepon genggam ke telepon lainnya. Ibunya pulang dengan selamat.

Ia menyampaikan terima kasih kepada warga, Polsek Delta Pawan, Bhabinkamtibmas Sukaharja, dan pihak lain yang membantu mempertemukan keluarganya. *

 

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
hilang ibu tersesat ketapang lansia