PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Ketapang belum reda. Meski sempat diguyur hujan pada pekan lalu, Kathutla masih muncul di beberapa daerah, salah satunya di Kecamatan Kendawangan. Di Kendawangan, puluhan titik panas terdeteksi di Desa Air Hitam Besar dan Desa Pembedilan pada Minggu (4/10). Tim gabungan langsung melakukan pemadaman.
Kapolres Ketapang, AKBP Putra Pratama, mengatakan titik panas tersebut terdeteksi melalui Aplikasi Lancang Kuning.
"Setiap informasi hotspot kami tindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan. Penanganan cepat sangat penting agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar," kata Putra, Senin (5/10).
Baca Juga: Delapan Hektare Terbakar, 35 Hotspot Terdeteksi di Kendawangan
Tim gabungan menemukan sejumlah areal yang telah terbakar pada kawasan konsesi CA, PT. HKI dan PT. BMJ. Dari hasil pengecekan lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 8 hektare. Terdiri dari 6 hektare di Desa Air Hitam Besar dan 2 hektare di Desa Pembedilan.
"Vegetasi yang terbakar berupa ilalang, semak belukar dan albasia, dengan jenis kebakaran permukaan serta kondisi tanah mineral," ungkap Putra.
Penanganan dilakukan dengan melibatkan personel Damkar perusahaan, Polsek Kendawangan, serta Koramil Kendawangan. Tim menggunakan sejumlah sarana pendukung, termasuk perangkat GPS untuk memantau lokasi terdampak. Putra menegaskan bahwa setelah pemadaman, personel juga melakukan penyisiran dan pendinginan pada areal bekas terbakar untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali menyala.
"Kami tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga memastikan lokasi benar-benar aman melalui penyisiran dan pendinginan. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam mencegah Karhutla kembali meluas," ungkapnya.
Baca Juga: HUT ke-81 TNI, Lanal Ketapang Gelar Syukuran, Soroti Peran TNI Tangani Karhutla di Ketapang
Dia mengimbau masyarakat maupun perusahaan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang rawan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (afi)
Editor : Miftahul Khair