Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Penanganan Kasus Mario Dandy, Berkas Perkara Dilimpahkan ke Kejaksaan

Misbahul Munir S • Minggu, 26 Maret 2023 | 14:20 WIB
Mario Dandy Satriyo
Mario Dandy Satriyo
PENYIDIK Polda Metro Jaya telah menyelesaikan berkas perkara kasus penganiayaan Cristalino David Ozora dengan tersangka Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan. Berkas keduanya kini sudah diserahkan kepada kejaksaan.

“Untuk berkas perkara tersangka Mario Dandy Satrio dan tersangka Shane Lukas sudah tahap I di JPU,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Sabtu (25/3).

Trunoyudo mengatakan, saat ini berkas masih diteliti oleh jaksa. Apabila dinyatakan lengkap atau P21 akan dilakukan pelimpahan tahap II. Namun, apabila berkas dikembalikan atau P19, penyidik akan melengkapi lagi.

“Masih dalam proses penelitian oleh JPU, karena kedua tersangka sudah dewasa, maka proses penelitian berkas sesuai pada KUHAP atau sistem peradilan umum dan kendala penyidikan tidak ada,” jelasnya. Seperti diketahui, polisi telah menetapkan Mario Dandy Satriyo sebagai tersangka penganiayaan Cristalino David Ozora. Penetapan ini dilakukan usai gelar perkara dan penyidik mendapat minimal dua alat bukti.

“Tersangka MDS telah ditahan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangan tertulis, Rabu (22/2). Penyidik selanjutnya menetapkan Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan sebagai tersangka. Anak AG selaku kekasih Dandy juga dinaikkan status hukumnya sebagai anak yang berkonflik dengan hukum atau pelaku. Dandy dan Shane kini menjalani penahanan di rumah tahanan negara (Rutan) Polda Metro Jaya. Sedangkan AG ditahan di lembaga kesejahteraan sosial mengingat statusnya masih anak di bawah umur.(jp) Editor : Misbahul Munir S
#Dilimpahkan #Mario Dandy Satriyo #kejaksaan #kasus penganiayaan #berkas perkara