PONTIANAK POST – Satu keluarga sebuah rumah di Jalan Cendana RT 01/RW 008, Desa Sungai Rengas, di Kecamatan Sungai Kakap, menjadi korban penganiayaan brutal saat rumah mereka disusupi pelaku percobaan pencurian. Akibat kejadian itu, seluruh anggota keluarga mengalami luka-luka, sementara seorang anak harus menjalani perawatan intensif akibat pendarahan otak. dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Antonius Pontianak.
Pelaku berinisial YD (22), pria asal Kuala Karang, berhasil diamankan Unit Reserse Kriminal Polsek Sungai Kakap bersama warga sesaat setelah berusaha melarikan diri usai melakukan penganiayaan terhadap pemilik rumah dan keluarganya.
Kapolsek Sungai Kakap Ipda Dolas melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (24/12) sekitar pukul 01.00 WIB.
Ade menceritakan, kejadian bermula ketika korban terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara aliran air dari keran di teras belakang lantai atas rumah. Merasa curiga, korban naik ke lantai atas untuk memastikan sumber suara tersebut.
“Saat berada di teras dan mendapati keran air dalam keadaan terbuka, korban berupaya menutupnya. Namun secara tiba-tiba, korban dipukul dari belakang oleh pelaku menggunakan benda keras hingga mengenai bagian kepala. Korban sempat berusaha melawan, namun akhirnya terjatuh karena tidak mampu menahan serangan,” papar Ade, Rabu siang (24/12).
Setelah melumpuhkan korban, pelaku masuk ke dalam rumah melalui pintu teras belakang. Di area tangga, pelaku berhadapan dengan istri korban. Tanpa ampun, pelaku memukul istri korban berulang kali di bagian kepala dan tangan.
Tak berhenti di situ, pelaku kemudian masuk ke kamar anak korban dan kembali melakukan kekerasan terhadap dua anak korban dengan memukul bagian kepala mereka. Akibatnya, seluruh anggota keluarga mengalami luka-luka serius.
Dalam kondisi panik dan kesakitan, kata Ade, istri korban berteriak histeris meminta pertolongan. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian secara spontan melakukan pengejaran terhadap pelaku ke arah kebun di belakang rumah korban.
Warga yang berhasil mengepung pelaku segera menghubungi Polsek Sungai Kakap. Tak berselang lama, petugas kepolisian tiba di lokasi dan mengamankan pelaku dari amukan massa.
Keempat korban kemudian dievakuasi oleh warga bersama petugas kepolisian ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Antonius Pontianak untuk mendapatkan perawatan medis.
Kata Ade, Salah satu anak korban yang merupakan anak paling bungsu hingga kini masih menjalani perawatan intensif akibat mengalami pendarahan otak.
Menurut Ade, pelaku diduga kuat melakukan percobaan pencurian dengan pemberatan yang disertai kekerasan.
“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku masuk ke area rumah korban dengan tujuan melakukan pencurian. Namun aksinya diketahui korban sehingga pelaku melakukan kekerasan untuk melancarkan perbuatannya,” jelas Ade.
Dia menambahkan, saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Sungai Kakap untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebatang kayu yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan penganiayaan.
“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam terkait motif serta kemungkinan adanya unsur pemberatan lain dalam kasus ini. Penyidik juga akan mendalami kondisi kejiwaan pelaku dan keterangannya secara menyeluruh,” tegasnya, seraya mengatakan sini, kasus tersebut ditangani Unit Reskrim Polsek Sungai Kakap. Pelaku terancam dijerat pasal berlapis terkait percobaan pencurian dengan pemberatan serta penganiayaan berat. (ash)
Editor : Hanif