PONTIANAK POST- Aparat Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad kembali mengamankan puluhan karung beras ilegal asal Timor Leste yang hendak diselundupkan melalui jalur tidak resmi di wilayah perbatasan Kabupaten Belu, Minggu (12/4).
Sebanyak 47 karung beras masing-masing berisi 20 kilogram diamankan personel Pos Turiscain Kompi II di Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, setelah sebelumnya mencurigai adanya aktivitas kendaraan dari arah Timor Leste menuju jalur ilegal.
"Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kewaspadaan prajurit dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan wilayah perbatasan negara," ujar Dansatgas Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Erlan Wijatmoko.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Transkal Kubu Raya, Pemotor Tewas Terlindas Truk Saat Menyalip Kendaraan
Ia menjelaskan, kecurigaan bermula saat personel jaga memantau pergerakan kendaraan yang tidak biasa dari wilayah seberang. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Danpos Turiscain dengan mengerahkan personel bersama tim Satgas Intel Kodam IX/Udayana untuk melakukan pengecekan di lapangan.
Setibanya di sekitar Kali Malibaka, petugas menemukan sejumlah orang tengah memikul karung beras menuju wilayah Indonesia. Namun, para pelaku langsung melarikan diri setelah mengetahui kehadiran aparat dan meninggalkan barang bukti di lokasi.
"Sebanyak 47 karung beras kemasan 20 kilogram berhasil kita amankan. Selanjutnya barang buktinya diserahkan ke Bea Cukai Atambua untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku," terang dia.
Baca Juga: Kasus Campak di Pontianak Masih Minim, Dinkes Gencarkan Imunisasi dan Sosialisasi Pencegahan
Menurutnya, dugaan sementara aksi tersebut merupakan bagian dari praktik penyelundupan lintas negara yang memanfaatkan jalur tidak resmi untuk menghindari pengawasan.
"Kita akan terus meningkatkan pengawasan dan patroli di wilayah perbatasan guna mencegah berbagai aktivitas ilegal," tegas dia.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam kegiatan melanggar hukum, khususnya penyelundupan melalui jalur ilegal.
“Kami ajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan perbatasan dengan tidak melakukan aktivitas ilegal yang dapat merugikan negara dan diri sendiri,” ujarnya. (*/bas)
Editor : Basilius Andreas Gas