Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kodaeral IX Ambon Gagalkan Penyelundupan Burung Nuri dan Tanduk Rusa di Pelabuhan Yos Sudarso Lewat Jalur Laut

Basilius Andreas Gas • Senin, 11 Mei 2026 | 20:28 WIB
Petugas mengamankan burung nuri dan tanduk rusa hasil pengungkapan kasus penyelundupan di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. (ANTARA/Dedy Azis)
Petugas mengamankan burung nuri dan tanduk rusa hasil pengungkapan kasus penyelundupan di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. (ANTARA/Dedy Azis)

PONTIANAK POST- Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon menggagalkan upaya penyelundupan satwa liar dilindungi dan bagian tubuh hewan saat pengamanan embarkasi di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon, Senin.

Komandan Kodaeral IX Ambon Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas mengatakan pengungkapan kasus itu berawal dari pemeriksaan rutin barang bawaan penumpang menggunakan mesin X-Ray di area pelabuhan.

“Petugas mencurigai sebuah paket milik salah satu penumpang. Setelah dilakukan pemeriksaan manual secara mendalam, ditemukan dua ekor burung jenis nuri serta dua buah tanduk rusa yang diduga akan diselundupkan melalui jalur laut,” katanya di Ambon.

Pemeriksaan dilakukan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku dan sejumlah instansi terkait sebagai bagian dari pengawasan keamanan pelabuhan sekaligus upaya pencegahan perdagangan ilegal satwa dilindungi.

Menurut Hanarko, pengamanan difokuskan pada aktivitas kedatangan dan keberangkatan KM Labobar yang melayani pelayaran antarpulau dan saat itu sedang bersandar di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Seluruh barang bukti kemudian disita dan diamankan ke Kantor BKSDA Maluku untuk menjalani proses lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan mengenai perlindungan satwa liar.

Ia menegaskan pengawasan di kawasan pelabuhan akan terus diperketat guna mencegah penyelundupan satwa maupun barang terlarang lainnya melalui jalur laut.

“Kami akan terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait untuk menjaga keamanan pelabuhan serta memastikan tidak ada perdagangan ilegal satwa dilindungi yang merusak ekosistem,” ujarnya.

Hanarko menambahkan pelestarian satwa dilindungi penting dilakukan karena keberadaan satwa liar memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Menurut dia, praktik perdagangan ilegal satwa dapat mengancam populasi hewan endemik hingga memicu kepunahan.

“Jika satwa dilindungi terus diburu dan diperdagangkan secara ilegal, maka keseimbangan alam akan terganggu dan berdampak pada lingkungan maupun kehidupan manusia di masa depan,” katanya.

Meski ditemukan upaya penyelundupan, kondisi di area dermaga Pelabuhan Yos Sudarso dilaporkan tetap aman, tertib, dan terkendali. Tim gabungan juga terus melakukan pengawasan untuk memastikan kelancaran arus penumpang serta mencegah masuk dan keluarnya barang ilegal melalui jalur laut. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#Kodaeral #hewan #embarkasi #satwa liar #pelabuhan