Muda menyatakan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo harus menjadi kesadaran kolektif semua pihak. Dirinya menilai orientasi dan dedikasi anggota Korpri sangat diuji. Karena itu, ia mengajak Korpri sebagai bagian dari generasi untuk berupaya mempersembahkan sejarah yang baik bagi generasi berikutnya. Menjadi bagian dari Korpri, menurutnya, berarti menjadi duta-duta dari rakyat untuk mengelola hak-hak dasar rakyat. “Dan di situlah aparatur sipil negara dapat kesempatan dan ruang untuk melaksanakannya. Mari kita lakukan di era yang sudah cepat ini dengan perubahan-perubahan sekecil apapun. Asal kita lakukan dengan serentak, massif, dan membumi, insya Allah lompatan-lompatan besar akan bergerak untuk bisa mempercepat peningkatan kualitas hidup generasi dan masyarakat di seluruh penjuru Kubu Raya ini,” tuturnya mengajak.
Slogan “Dari Kubu Raya untuk Indonesia”, kata Muda, diharapkan menjadi penyemangat bagi Korpri Kubu Raya yang merupakan bagian daripada pelayan masyarakat, bersama-sama dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah lainnya dan semua elemen yang ada. “Mari lakukan perubahan kecil di lingkungan kita. Bangun tim kerja yang baik. Berlomba-lombalah mengejar kinerja dan berorientasi pada kinerja. Bersandar pada kinerja agar kita pun benar-benar terukur serta memberikan dampak hasil yang lebih banyak lagi. Bila perlu bikin hashtag ‘Korpri Kubu Raya Effect” untuk melihat sejauh mana dampak dari kinerja Korpri Kubu Raya,” ucapnya.
Sebelumnya, saat menjadi inspektur upacara puncak Peringatan HUT ke-48 Korpri yang dirangkaikan Hari Kesehatan Nasional ke-55 di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menyampaikan sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia selaku Penasihat Nasional Korpri. Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo menyebut era revolusi industri jilid ke-4 telah mendisrupsi segala lini kehidupan. Termasuk dalam cara mengelola pemerintahan. Di sisi lain, persaingan antarnegara juga kian sengit. Terjadi perebutan teknologi, pasar, dan talenta-talenta hebat. Menyikapi hal itu, ia mengajak seluruh anak bangsa untuk tidak takut. Melainkan harus menghadapi persaingan dengan cara dan terobosan baru. “Kecepatan, kreativitas, dan inovasi adalah kunci. Cara-cara lama yang monoton dan tidak kompetitif tidak bisa diteruskan. Kita harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain dan kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan,” pungkasnya. (***) Editor : Ari Aprianz