Objek wisata yang terletak di Dusun Karya Bhakti, Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, telah resmi dibuka untuk umum sejak Sabtu (21/12). Beberapa asilitas tersedia di objek yang dibangun dengan APBDesa dan kemitraan dengan masyarakat itu. Di antaranya tempat berfoto, gazebo, balai pertemuan, hingga berbagai wahana permainan seperti bebek engkol, perahu kano, balon air, dan perahu mainan. Saat ini, KEP dikunjungi sebanyak 400-600 pengunjung setiap harinya.
Saat mengunjungi KEP, pada Minggu (29/12), Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo menilai masih perlunya sejumlah sentuhan inovasi agar KEP benar-benar dapat menjadi objek wisata unggulan. Sejumlah fasilitas yang tersedia seperti tempat berfoto dan wahana permainan, menurutnya, perlu ditambah kuantitasnya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kami sangat mendukung pengembangan objek-objek wisata seperti yang dilakukan Desa Jeruju Besar,” kata Sujiwo.
Pria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kubu Raua ini pun mengaku akan mendukung pengembangan KEP. Dikesempatan tersebut, dia berjanji akan berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan, agar pihak perusahaan termasuk BUMN dapat mengucurkan dana tanggung jawab sosial atau CSR-nya ke Kawasan Equator Park. Begitu juga ke kawasan-kawasan lain yang sedang mengembangkan pariwisata di Kabupaten Kubu Raya.
Dalam upaya mempromosikan sekaligus mengembangkan KEP, menurut Sujiwo, memang diperlukan optimalisasi publikasi khususnya melalui media sosial. "Saya berharap pengelola KEP bisa lebih gencar melakukan promosi agar Kawasan Equator Park bisa lebih dikenal masyarakat luar Kubu Raya," ungkapnya.
Tak hanya itu, Sujiwo juga menyarankan pengelola untuk membangun sejumlah fasilitas penunjang lainnya. Hal itu agar semakin banyak masyarakat Kalimantan Barat yang menjadikan KEP sebagai destinasi wisata pilihan.
"Karena masih tahap awal, saya lihat memang masih perlu banyak hal yang harus dibangun dan dipoles lagi. Wisata ini kan ada suatu sudut, kemudian fasilitas dan titik yang dapat menarik pengunjung. Lokasi sangat potensial dan saya akan gandeng beberapa pihak untuk membantu bagaimana Equator Park ini ke depannya benar-benar menjadi pilihan bagi masyarakat Kubu Raya dan Kalimantan Barat untuk berwisata," ungkapnya.
Mengenai upaya menggandeng pihak ketiga dalam pengembangan KEP, Sujiwo menyebut nama sejumlah perusahaan pelat merah. Dirinya akan berkomunikasi agar bagaimana desa-desa yang sedang merintis pembangunan objek wisata dapat memperoleh dukungan.
"Itu akan kami komunikasikan. Sebelumnya, di kawasan wisata Rasau Jaya Tiga itu juga mendapatkan bantuan dari PLN sekitar Rp 50 juta,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jeruju Besar Nurhalijah menerangkan, pengembangan objek wisata KEP telah dirintis sejak tahun 2016 lalu. Namun karena keterbatasan anggaran, proyek pengembangan KEP baru bisa gencar sejak beberapa bulan terakhir. Dirinya bersyukur hanya satu pekan sejak KEP dibuka, pengunjung dari berbagai tempat mulai berdatangan.
"Ini mulai kami buka sekitar satu minggu yang lalu. Alhamdulillah pengunjungnya datang dari berbagai daerah, bahkan banyak juga yang dari Kota Pontianak," jelasnya.
Nurhalijah menambahkan, KEP dirancang untuk menjadi kawasan wisata edukasi. Untuk mendukung rencana tersebut, secara bertahap akan dibikin tempat mancakrida atau outbond dan lapangan olahraga di kawasan tersebut. (ash) Editor : Ari Aprianz