Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bakal Dibangun IPA di Ambawang

Super_Admin • Sabtu, 7 Maret 2020 | 11:05 WIB
TINJAU IPA: Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Syarief Abdullah Alkadrie beserta rombongan dan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan meninjau IPA Arang Limbung. ISTIMEWA 
TINJAU IPA: Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Syarief Abdullah Alkadrie beserta rombongan dan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan meninjau IPA Arang Limbung. ISTIMEWA 
SUNGAI RAYA – Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Syarief Abdullah Alkadrie mengungkapkan rencana pembangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) dengan kapasitas 100 liter perdetik di Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Hal tersebut diungkapkan Abdullah dalam kunjungan kerjanya bersama Komisi V ke Kalimantan Barat, 5 – 6 Maret lalu.

“Insyaallah tahun 2021 bisa terealisasi. Apa lagi secara teknikal, lahan tidak masalah. Untuk Sungai Ambawang saya dapat laporan lahan 1 hektare dan DED-nya sudah siap,” papar Abdullah saat bersama rombongan melihat langsung kondisi IPA Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya. Saat ini, dari informasi yang diperolehnya, IPA Arang Limbung hanya memiliki kemampuan produksinya 180 liter perdetik.

“Saat ini PDAM Kubu Raya baru bisa melayani 22 persen kebutuhan air bersih. Ini yang mau kita dorong dan mendapatkan bantuan Pemerintah Pusat agar kapasitas produksi IPA Arang Limbung mendapat tambahan 200 liter perdetik, sehingga produksinya bisa mencapai 380 liter perdetik,” janji Abdullah.

Dalam kunjungan tersebut, Abdullah beserta rombongan juga melihat kondisi Bandara Supadio hingga mengunjungi Pelabuhan Samudera Kijing di Kabupaten Mempawah. Sejumlah aspirasi pembangunan infrastruktur menjadi prioritas perjuangan rombongan ini.

Abdullah mengungkapkan begitu banyak serapan aspirasi dan pengawasan pembangunan yang dapat didengar, dilihat, dan dirasakan langsung oleh mereka. “Kita memulai kunjungan kerja dengan meninjau kawasan Bandara Internasional Supadio Pontianak. Di Supadio kita mendengaran paparan dari sejumlah mitra kerja, seperti Angkasa Pura II, Basarnas, Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dan BMKG,” urai Abdullah.

Saat ini, Bandara Supadio diakui dia, terus meningkatkan kemampuannya, terutama runway, dari 2.250 meter menjadi 2.750 meter. Dengan penambangan panjang runway tersebut, diharapkan dia, bisa didarati pesawat berbadan lebar. Bahkan, harapan dia, kelak bandara ini menjadi embarkasi haji, demi mengantasipasi kelak berfungsinya Pelabuhan Kijing. “Kita yakin seiring beroperasionalnya Pelabuhan Samudera, arus penumpang yang melalui Bandara Supadio akan meningkat jauh dan ini harus ditopang peningkatan fasilitas serta pelayanan,” ucapnya.

Usai pertemuan di Bandara, Abdullah bersama rombongan Komisi V disambut Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, di Pendopo Bupati Kubu Raya. Kembali pertemuan digelar, terutama membahas peningkatan kapasitas air bersih PDAM Kubu Raya.
Sosok familiar ini bersama rombongan kemudian meninjau PDAM Kota Pontianak. “Kita juga akan dorong PDAM Kota Pontianak bisa memenuhi 100 persen kebutuhan air bersih. Saat ini, baru di atas 80 persen dan kita harapkan bisa memenuhi 100 persen mengingat air bersih ini merupaan kebutuhan dasar kita bersama,” ucapnya.

Malam harinya, Syarief Abdullah bersama rombongan serta mitra kerja terkait disambut dan menggelar pertemuan bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji. Sejumlah program pembangunan infrastruktur seperti duplikasi Jembatan Kapuas I dan pembangunan Jembatan Kapuas III, pelebaran ruas jalan Kota Pontianak – Kota Singkawang, jalan tol Pontianak – Singkawang air bersih, serta pembangunan desa mandiri, menjadi bahasan yang mengemuka.

“Insyaallah pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I agar dilaksanakan menunggu pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Pontianak. Pembangunan ini mendesak sebagai upaya mengurai kemacetan yang kerap melanda di jam-jam sibuk. Selain itu pembangunan Jembatan Kapuas III yang menghubungkan Kota Pontianak – Kubu Raya dan Kabupaten Pontianak akan menjadi titik tekan perjuangan di DPR RI,” papar Abdullah.

Selain itu, ditambahkan politisi Senayan ini, antisipasi beroperasionalnya pelabuhan samudera Kijing juga akan segera dilakukan pelebaran jalan dari Kota Pontianak – Kota Singkawang, dengan sisi kiri dan kanan masing-masing 2 meter. Mereka juga akan mendorong percepatan pembangunan jalan tol. “Berkaitan desa mandiri, kita juga meminta Pemerintah Pusat memberikan intensif kepada desa-desa mandiri sebagai konseksuensi tidak adanya dana desa bagi desa-desa mandiri itu,” ucapnya.

Kelak, harap Abdullah, desa-desa yang sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, dan maju akan ikut memacuh desa masing-masing mencapai desa mandiri. “Ini juga bisa menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan yang kita lakukan,” jelas Ketua DPW Partai Nasdem Kalbar tersebut.

Rombongan Komisi V bersama mitra kerja, Jumat (6/3) langsung meninjau pembangunan Pelabuhan Samudera Kijing yang menjadi wilayah PT Pelindo II. “Insyaallah beroperasinya pelabuhan samudera ini akan memberikan dampak besar bagi kemajuan Kalbar,” pungkasnya. (ote) Editor : Super_Admin
#Dibangun IPA di Ambawang #Wakil Ketua Komisi V DPR-RI #sungai raya