Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

BP3KB Kubu Raya, Terus Tingkatkan Pengguna Kontrasepsi Jangka Panjang

Misbahul Munir S • Jumat, 26 Agustus 2022 | 11:01 WIB
Dyah Tut Wuri Handayani, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP3KB) Kubu Raya.
Dyah Tut Wuri Handayani, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP3KB) Kubu Raya.
SUNGAI RAYA – Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP3KB) Kubu Raya, Dyah Tut Wuri Handayani mengutarakan saat ini pihaknya tengah mendorong peningkatan peserta Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kubu Raya.

“Selain edukasi melalui pelayanan di Posyandu atau pada saat pendampingan kehamilan. Jadi para ibu hamil kami berikan edukasi dan diharapkan setelah melahirkan bisa menjadi akseptor KB dan diharapkan para akseptor KB ini juga bisa mengarahkan masyarakat untuk mengikuti MKJP,” kata Dyah Tutwuri Handayani kepada Pontianak Post, Kamis (25/8) di Sungai Raya.

Menurutnya, pemakaian MKJP memiliki banyak keuntungan, baik dilihat dari segi program, maupun bagi warga yang menggunakannya. “Kontrasepsi MKJP lebih efisien karena dapat dipakai dalam waktu yang lama sehingga lebih aman dan efektif,” jelasnya.

Saat ini lanjut Dyah, pemerintah juga memberikan pelayanan secara gratis bagi peserta KB MKJP, seperti Inta Uterine Device (IUD), Implant atau susuk KB dan sejenisnya. “Kami tentunya berharap dengan adanya kemudahan pelayanan dan digratiskan ini, maka mendorong peningkatan peserta KB MKJP di Kubu Raya,” ujarnya.

Dyah menambahkan dengan menjadi peserta KB baik jenis pil dan suntik ataupun KB MKJP secara tak langsung, merupakan salah satu upaya  mencegah terjadinya stunting bagi anak. “Karena dengan jarak kelahiran anak yang lebih jauh dan sudah direncanakan seperti 2 hingga sekitar 4 tahun maka memberikan anak fasilitas nutrisi dan asupan gizi yang lebih baik dan memadai. Karena sang ibu bisa lebih maksimal memberikan ASI ekslusif dan makanan yang sehat, bernutrisi, bergizi, dan sejenisnya bagi anaknya,” ungkapnya.

Ditanya mengenai jumlah penggunaan alat kontrasepsi di Kubu Raya, kendati tidak menyebutkan detail, namun kata Dyah hingga saat ini sebagian besar masyarakat Kubu Raya masih memilih menggunakan jenis pil dan suntik. “Kendati masih banyak yang memilih pil dan suntik, namun kami tetap mengedukasi masyarakat yang lebih baik adalah penggunaan MKJP,” jelasnya.

Dyah mengaku masih perlu kerja keras bersama sejumlah pihak terkait untuk mendorong masyarakat beralih mengunakan MKJP. “Kami juga berharap agar para akseptor di Kubu Raya yang ada saat ini bisa lebih giat memberikan motivasi edukasi agar penggunaan MKJP ini bisa meningkat, karena hingga saat ini, penggunaan kontrasepsi masih didominasi oleh suntik dan kemudian diikuti dengan pil,” tutup Dyah. (ash) Editor : Misbahul Munir S
#Pengguna Kontrasepsi #Jangka Panjang #kubu raya #BP3KB #kontrasepsi #Tingkatkan Pengguna Kontrasepsi