Muda tampil energik berkolaborasi dengan vokalis dari enam etnis. Seusai bernyanyi, Muda Mahendrawan menerima secara langsung dokumen Surat Pencatatan Ciptaan Lagu Pesan Mendunia Berlirik Nasional dari Perwakilan Kementerian Hukum dan HAM RI bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat.
Sebelumnya, lagu Pesan Mendunia dinyanyikan secara berturut-turut oleh enam grup etnik dalam enam aransemen lagu dan enam tarian pengiring. Keenam etnik tersebut yakni Dayak, Bugis, Madura, Mandarin, Melayu, dan Jawa. Konser Pesan Mendunia juga disemarakkan dengan sejumlah atraksi seni budaya dan artis, antara lain Yan Machmud Arwana, Wak Man, Glend n Friends, dan Orkes Bujang Senang.
Ditemui usai acara, Muda mengatakan, konser yang mengusung kreasi multi etnis digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2022. Ia menuturkan, digelarnya konser bertujuan untuk merekatkan keberagaman. “Dengan semangat peringatan Sumpah Pemuda kita ingin mengkampanyekan bahwa keberagaman bukan ancaman tapi justru adalah kebahagiaan,” terangnya.
Muda memaparkan, lirik dalam lagu Pesan Mendunia yang dikarangnya menggunakan beragam bahasa yang menjadi latar belakang masyarakat khususnya di Kubu Raya. Tak hanya lirik, aransemennya juga menggambarkan keberagaman. Hal itu menggambarkan keberagaman bukanlah suatu ancaman bahkan menurutnya harus dijadikan kekuatan dalam merawat bangsa. "Uniknya dari lagu ini adalah, satu lirik terdiri dari enam etnis, enam bahasa, enam tarian dan enam aransemen,” sebutnya.
Lewat lagu ini, dia juga berpesan kepada generasi muda agar berpikir maju dan besar walaupun lahir dari daerah terpencil. Dia mengajak anak muda untuk memiliki mimpi dan melihat dunia yang begitu luas. (sti) Editor : Misbahul Munir S