“Upaya pemulihan ekosistem dengan kegiatan penanaman mangrove ini kita lakukan selain untuk memperbaiki kawasan mangrove yang terdegradasi, juga untuk mengurangi dampak terhadap perubahan iklim, serta membantu peningkatan keanekaragaman hayati, khususnya tegakan mangrove dan biota perairan pesisir dan laut,” kata Ketua LDPH Desa Mengkalang Jambu, Haripin.
Kepala Desa Mengkalang Jambu, Agustar menambahkan pengelolaan Hutan Desa Mengkalang Jambu di tingkat desa melalui LDPH sangat strategis untuk menjaga keutuhan ekosistem mangrove bentang alam pesisir. “Penanaman mangrove ini merupakan gerakan yang banyak memberikan manfaat bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat pesisir,” papar Agustar.
Koordinator Pemulihan Ekosistem Yayasan Planet Indonesia, Oka Pransiska, mengutarakan dalam upaya pelestarian dan pemulihan kawasan mangrove di Desa Mengkalang Jambu tersebut melibat sejumlah pihak terkait seperti Pemerintah Desa Mengkalang Jambu, Pemerintah Kecamatan Kubu, Polsek Kubu, Koramil Kubu, KPH Kubu Raya, DLHK Provinsi Kalimantan Barat, BPDAS Kapuas, dan BAPPEDA Kubu Raya. Menurutnya Penanaman dilakukan di satu titik lokasi di Sungai Lalau, kawasan Hutan Desa Mengkalang Jambu pada areal seluas lebih kurang 20 hektare.
“Sebanyak 100.000 bibit mangrove yang ditanam pada areal seluas lebih kurang 20 Ha, terdiri dari jenis Bakau Merah, Bakau Putih, Tumu dan Nyirih dengan jarak tanam 1 x 3 meter, arah tegak lurus garis pantai. Kami juga berinovasi dengan eco-polybag berbahan dasar daun Nipah sebagai pengganti polybag berbahan plastik, sehingga lebih ramah lingkungan,” jelas Oka Pransiska.
CEO Yayasan Planet Indonesia, Novia Sagita menambahkan, dengan meningkatnya tutupan hutan mangrove, secara langsung maupun tidak langsung akan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir. YPI bersama LDPH menargetkan untuk menanam lagi 130.000 bibit mangrove di tahun 2023. “Melalui beberapa program di tingkat tapak, YPI turut mendukung dan menguatkan masyarakat terhadap pengelolaan hutan mangrove secara berkelanjutan,” tutup Novia Sagita. (ash) Editor : Misbahul Munir S