Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

APK PAUD Kubu Raya Capai 27,37 Persen

Misbahul Munir S • Selasa, 17 Januari 2023 | 11:10 WIB
KAMPUNG LITERASI: Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan meresmikan Kampung Literasi Punggur Kecil dan Kampung Digital Gradasi di Kubu Raya, Sabtu (30/10) lalu.// PROKOPIM KUBU RAYA FOR PONTIANAK POST
KAMPUNG LITERASI: Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan meresmikan Kampung Literasi Punggur Kecil dan Kampung Digital Gradasi di Kubu Raya, Sabtu (30/10) lalu.// PROKOPIM KUBU RAYA FOR PONTIANAK POST
SUNGAI KAKAP – Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kubu Raya saat ini mencapai 27,37 persen. APK PAUD di Kubu Raya ini berada di atas APK PAUD Kota Pontianak yang hanya berada pada angka 22 persen dan APK PAUD Kalbar sebesar 21 Persen.

“Baru-baru ini Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan telah datang ke Kubu Raya dan memaparkan hasil evaluasi dari Kementerian bahwa di Kalimantan Barat itu Kubu Raya merupakan kabupaten yang tertinggi APK-nya,” jelas Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Asmil Ratna, Minggu (15/1) pada kegiatan Refleksi PAUD 2022 dan Proyeksi 2023 PAUD HI Kubu Raya to Zero Stunting di Amal Zone Parit Keladi Pal Sembilan, Kecamatan Sungai kakap. Ratna menambahkan, dari kegiatan PAUD Holistik Integratif se-Kalimantan Barat, Kubu Raya juga berhasil menjadi yang terbaik dengan raihan 37 persen. Kendati perolehan angka tersebut belum masuk target nasional, Kubu Raya, dikatakan dia, menjadi yang tertinggi di Kalimantan Barat untuk kegiatan pelayanan PAUD HI.

“Jadi untuk tingkat Kalbar, sudah cukup banyak prestasi yang sudah ditorehkan teman-teman pegiat PAUD di lapangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kubu Raya, Rosalina mengatakan bahwa pekerjaan rumah yang tersisa untuk mereka adalah mengumpulkan data anak usia 0 – 6 tahun di masing-masing desa. Tugas itu, kata Rosalina, harus dilakukan oleh Bunda PAUD kecamatan dan desa.

Nah, kalau data itu sudah dipegang, maka anak usia 0 – 6 tahun itu bisa dikejar untuk masuk PAUD. Dalam hal ini Bunda PAUD itu tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Harus sama-sama supaya target anak usia PAUD bisa terakomodir masuk PAUD itu bisa tercapai,” jelasnya.

Menurut Rosalina, pengumpulan data anak usia PAUD adalah keharusan. Sebab regulasi yang berlaku di Kubu Raya, diungkapkan dia, mewajibkan  setiap anak untuk terlebih dahulu mengenyam pendidikan di PAUD minimal setahun sebelum masuk sekolah dasar.

“Ditandai yang sudah masuk PAUD dan yang belum. Jangan sampai lewat karena sudah ada aturan yang mengharuskan untuk masuk sekolah dasar paling tidak harus satu tahun di PAUD,” ujar Rosalina.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang turut menghadiri kegiatan tersebut  juga mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut mengepung agar tidak ada anak usia PAUD yang tidak mengenyam pendidikan di PAUD. Muda pun meminta agar setiap tahun selalu ada peningkatan pencapaian di setiap desa.

“Mari terus sama-sama bergerak melakukan kepungan-kepungan supaya tidak anak usia PAUD yang tidak masuk PAUD. Ini harus terukur. Setiap tahun harus ada capaian di setiap desa, harus ada peningkatan meskipun memang tidak mudah,” ucap Muda.

Kata Muda, sejak awal pihaknya selalu menyuarakan isu pentingnya pendidikan anak usia dini dalam berbagai kesempatan. Hal itu dilakukan mereka untuk memberikan pemahaman dan meyakinkan setiap orang tua bahwa anak-anak perlu masuk PAUD.

“Ini penting agar anak bisa lebih cepat menyesuaikan diri dan dikontrol untuk memperkuat keberanian, rasa percaya dirinya, dan karakternya. Paling tidak untuk mereka mudah bergaul dan beradaptasi ketika masuk sekolah dasar,” pungkas Muda. (ash) Editor : Misbahul Munir S
#Angka Partisipasi Kasar #Capai 27.37 Persen #Pendidikan Anak Usia Dini #APK PAUD #kubu raya