Sebelumnya pada Senin (16/1), Iwan ini mengaku pihaknya juga diundang pada Rakor Lintas Sektoral Pengamanan Hari Raya Imlek bersama Polda Kalbar dan sejumlah instansi terkait lainnya. “Di dalam Rakor tersebut banyak yang dibahas, misalnya upaya menjaga sinergitas terkait segala hal, baik itu sandang, pangan, pengaturan, dan penjagaan lalu lintas. Kami dari pihak bandara berperan mengawasi terutama yang berkaitan lalu lintas udara termasuk memonitor pergerakan harga tiket,” ungkapnya.
Iwan pun memperkirakan dengan adanya peningkatan pergerakan pesawat dalam sehari jelang Imlek, membuat jumlah penumpang Bandara Internasional Supadio mengalami peningkatan menjadi 8.000-an hingga 9.000-an perhari. “Jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, jumlah penumpang jelang Imlek ini meningkat sekitar 30 persen hingga 40 persen. Karena di hari-hari biasanya jumlah penumpang hanya sekitar 5.000an hingga 6.000an penumpang per harinya,” jelas Iwan.
Iwan menambahkan, peningkatan jumlah penumpang di Bandara Internasional Supadio ini akan terjadi hingga 22 Januari mendatang. Ditanya mengenai sistem pengamanan bandara jelang Imlek, Iwan menerangkan, hingga saat ini sudah ada Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengamanan di Bandara Supadio.
Meski demikian, pihaknya akan mengoptimal pengamanan terutama jelang perayaan hari-hari besar termasuk perayaan Imlek dengan berkoordinasi dan bekerjasama melakukan pengamanan bersama TNI/Polri dan sejumlah pihak tarkait lainnya.
Kendati pandemi Covid-19 kian melandai, namun kata Iwan sejauh ini tidak ada perbedaan tata cara pelaku perjalanan dalam negeri di Bandara Supadio. “Karena sejauh ini belum ada pencabutan tata cara pelaku perjalanan di dalam negeri. Artinya setiap penumpang minimal harus sudah booster, karena aturan tersebut belum dicabut,” pungkas Muhamad Iwan Sutisna. (ash) Editor : Misbahul Munir S