“MUI ada dengan program yang semuanya mengarah pada mengejar ketenangan dan mengejar kebahagian pada umat,” ujar Muda, saat menghadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1444 H yang dirangkai dengan Pengukuhan dan Taaruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kubu Raya masa khidmat 2023-2028, di Masjid Hudarrahman, Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya.
Dengan demikian, diakui Muda, MUI hadir juga bertujuan agar semua masyarakat terlindungi. Sehingga, dia menghendaki agar yang tersesat dapat diluruskan, yang tidak paham menjadi paham, serta yang tidak berdaya menjadi berdaya.
“Yang tadinya pemahamannya masih terbelakang menjadi tercerahkan. Jadi semua itu, saya kira harus terus dilakukan. MUI menjadi perekat umat. Kita yakin MUI Kubu Raya akan menjalankan tanggung jawabnya dan kita di pemerintah tentu saja merasa sangat terbantu,” ujarnya.
Muda pun berharap dengan pengukuhan ini, Pengurus MUI yang baru akan semakin semangat dan menjadi hikmah bagi semua. Muda menilai selama ini kinerja MUI Kubu Raya sangat luar biasa dalam melakukan transformasi dan komunikasi, serta langkah bijak yang selalu memberikan ketenangan di masyarakat. Di Kubu Raya yang heterogen, kata Muda, tentu tantangannya juga semakin banyak. Karena itu dirinya berharap MUI terus berinovasi dalam program dan langkah-langkah yang memberikan solusi dengan lebih cepat dan efektif.
Terlebih, lanjutnya, perkembangan dinamika media sosial saat ini juga menuntut untuk bisa cepat merespons segala sesuatunya.
“Selamat menjalankan tanggungjawab, insyaallah kita di Pemerintah Kubu Raya juga 'kepong bakul' untuk mengejar solusi-solusi ketenangan dan kebahagiaan umat,” tutupnya.
Sebagai informasi, Ketua MUI Kubu Raya terpilih KH. Zamroni Hasan dikukuhkan oleh Sekretaris Umum Dewan Pengurus MUI Provinsi Kalimantan Barat Muhammad Sani. Kegiatan juga diisi dengan ceramah agama oleh KH. Muhammad Ali Rahbani yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Rihabul Ihsan Al Islamy, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (ash) Editor : Misbahul Munir S