"Ini cukup bagus, karena semua warga miskin di sini, ditanggung BPJS nya, yang tidak dari pemerintah pusat, akan tetapi ditanggung dari anggaran APBD," ujarnya ditemui usai kunjungannya di Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Menko PMK kembali mengatakan terobosan selanjutnya, Bupati secara mandiri melakukan pengadaan USG Portable yang bisa dibawa dari Posyandu satu ke Posyandu lainnya. Sehingga ibu-ibu hamil tidak perlu periksa ke hamilan ke Puskesmas, tapi cukup ke Posyandu periksa kehamilannya secara periodik.
"Ini menurut saya sangat bagus, untuk memastikan janin dalam kandungan ibu hamil aman, tidak punya potensi menjadi stunting, atau penyakit bawaan lain sehingga nanti ketika ada gejala-gejala itu, bisa segera diatasi," ujarnya.
Angka kemiskinan ekstrem di Kubu Raya ini rendah, kata Menko PMK, hanya berkisar 0,38, akan tetapi mengapa prevalensi stuntingnya beda. "Makanya saya heran mengapa prevalensi stuntingnya, kok beda dengan kemiskinan ekstremnya," tegasnya.
Pada acara dialog bersama ibu-ibu warga Desa Mekar Sari, Menko PMK Muhajir mengatakan kalau ada yang stunting tidak perlu khawatir, biasa, yang penting di beritahu serta ditangani.
Pada kesempatan itu, Menko PMK Muhajir Effendi berdialog dan memberi pertanyaan kepada ibu-ibu warga Mekar Sari seputar kesehatan, dan bagi yang berhasil menjawab dengan benar diberi hadiah, yang pertanyaanya adalah agar bayinya sehat, apa saja asupan makanan yang diberikan.
Sementara itu Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan dalam penanganan stunting di Kubu Raya, lebih memfokuskan deteksi awal, karena yang diutamakan kepada ibu hamil yang proses 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
"Ini yang paling utama yang kita lakukan untuk mencegah stunting," tegasnya.
Bahkan, lanjut Muda, yang dilakukan kepada pasangan calon pengantin juga dilakukan penanganan melalui petugas dari Puskesmas, yang melakukan penguatan.
Kemudian portable USG juga salah satu upaya mengedukasi masyarakat supaya mereka mengerti apa yang sudah dijelaskan, supaya lebih paham serta kepedulian suami dan yang lain juga muncul.
"Intervensi kita yang lain juga terkait dengan makanan tambahan, yang melibatkan semua dinas ikut bergerak termasuk dari PAUD-PAUD yang ada. Jadi pengawalan kita lakukan ini yang penting. Kemudian untuk ibu-ibu hamil melalui makanan tambahan di Posyandu," jelasnya. (iza) Editor : Misbahul Munir S