Dalam upaya mengatasi polusi plastik tersebut, lanjut Muda, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya akan terus melakukan upaya edukasi pelestarian lingkungan melalui lembaga-lembaga pendidikan yang dimulai dari lembaga pendidikan dasar.
“Di Kubu Raya banyak gerakan (edukasi lingkungan) di sekolah-sekolah yang selama ini sudah dilakukan. Termasuk sudah ada dalam kebijakan Merdeka Belajar. Tapi mungkin butuh adanya langkah-langkah yang lebih fokus lagi,” kata dia.
Menurut Muda, membangun kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan bukan hal yang mudah. Dirinya, menilai upaya tersebut harus dilakukan sejak dini dimulai dari lembaga pendidikan dasar. Sehingga nantinya, diharapkan dia, dari pembiasaan akan menjadi kebiasaan di mana dalam hal ini peran penting dari para guru dan pendidik sangat dibutuhkan.
“Dari sejak anak-anak semuanya sudah mulai diperkuat dengan perspektif terkait pentingnya pelestarian lingkungan hidup ini. Kalau sudah jadi kebiasaan, akhirnya pikiran bawah sadar juga akan membuat kita tergerak untuk tidak melakukan hal-hal yang mencemarkan lingkungan,” ujarnya.
Orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya ini tidak memungkiri upaya mengubah pola pikir bukan hal yang gampang. Karena itu, ia menyebut Peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum untuk introspeksi dan membangun tanggung jawab.
“Masalah mengubah mindset ini memang tidak mudah. Apalagi bagi kita yang telanjur punya kebiasaan-kebiasaan kurang baik terhadap lingkungan. Tapi inilah saatnya kita harus introspeksi dan bukan arogansi,” ajaknya.
Mengenai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang tahun ini mengangkat tema Solusi untuk Polusi Plastik, Muda mengungkapkan Indonesia adalah negara penghasil sampah plastik terbanyak kedua di dunia setelah Tiongkok. Dalam konteks Kabupaten Kubu Raya, dirinya menegaskan kampanye untuk mengalahkan sampah plastik sangat penting. Sebab sebagai daerah yang dikelilingi perairan, Kubu Raya, diakui dia, rentan mengalami polusi plastik dengan segala dampaknya.
“Sampah plastik ini tergiring di sungai-sungai, parit-parit, lalu bertumpuk, dan selanjutnya berdampak yang sangat buruk. Hewan jadi tercemar akibat polusi plastik, yang selanjutnya hewan itu justru dikonsumsi juga oleh manusia,” imbuhnya.
Sementara itu, Pelaksanatugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kubu Raya, Maria Agustina menambahkan, peringatan Hari Lingkungan Hidup merupakan kampanye tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Khususnya, sebut dia, terkait upaya mengalahkan polusi sampah plastik.
“Sasaran kegiatan kita yakni masyarakat Kubu Raya khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Rasau Jaya. Di mana masyarakat kita ajak untuk menjaga lingkungan sungai dari sampah plastik karena Rasau Jaya ini menjadi salah satu pintu masuk melalui perairan ke ibu kota kabupaten yakni Kecamatan Sungai Raya,” ungkapnya.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Jaya di Pelabuhan Rasau Jaya diwarnai dengan kegiatan pemungutan sampah secara simbolis di areal Sungai Rasau Jaya oleh Bupati Muda Mahendrawan bersama unsur Forkopimda Kubu Raya. Pemungutan sampah juga dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK Kubu Raya Rosalina bersama Ketua PITA Dewi Rusmala, dan Ketua DWP Kubu Raya Dyah Indah. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut diakhiri dengan dialog interaktif tentang solusi untuk polusi plastik yang dipandu Sekretaris Daerah Kubu Raya Yusran Anizam. (ash) Editor : Misbahul Munir S