Muda menambahkan, pihaknya akan terus berusaha mengejar peningkatan pendapatan. Sebab hingga kini, penerimaan daerah masih didominasi pendapatan transfer dari APBN dengan kontribusi sebesar 86,35 persen. Karena itu, ujarnya, pemerintah kabupaten mengutamakan peningkatan ekonomi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Supaya dengan sendirinya nanti pajaknya akan masuk dari masyarakat. Yaitu dengan adanya investasi, pembelian properti seperti rumah dan tanah, restoran, parkir, dan sebagainya yang memang menjadi kewenangan kita,” jelasnya.
Di sisi lain, Muda juga berharap adanya regulasi yang baru dari pemerintah pusat terkait dana bagi hasil yang bisa memberikan tambahan-tambahan yang dapat memperkuat pendapatan daerah. Lebih jauh ia menyebut adanya hal penting selain peningkatan pendapatan, yaitu kinerja dalam menyerap pendapatan tersebut.
Muda menilai, pendapatan yang tinggi namun tidak terserap juga akan menjadi hal yang sia-sia. Sehingga pendapatan harus ditinggikan dan kualitas dalam menyerapnya juga harus baik. Agar pendapatan tersebut benar-benar dapat digunakan untuk memperkuat semua indikator.
“Maka IPM Kubu Raya hari ini tertinggi dari seluruh kabupaten di Kalimantan Barat. Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi kita yang tertinggi di Kalbar. Dan terpenting juga, pertumbuhan ekonominya berkualitas dalam arti terdistribusi dengan baik. Tidak ada ketimpangan antardesa dan kecamatan. Pertumbuhan UMKM dan semuanya bergerak produktif sehingga pengangguran berkurang dan itulah namanya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” paparnya.
Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Suharso mengapresiasi kehadiran Bupati Muda Mahendrawan. Menurut Suharso, Bupati Kubu Raya juga telah memberikan jawaban yang sangat terbuka atas pandangan umum fraksi-fraksi. “Rapat ini merupakan rangkaian kegiatan sebelum kita lebih jauh membahas Raperda berkaitan LKPJ pertanggungjawaban. Betul-betul jawaban ini memacu kita bersama menunjukkan sinergi antara pemerintah kabupaten dan DPRD,” ucap Suharso. (ash) Editor : Misbahul Munir S