Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

ICRAF Indonesia Bersama BRGM Serahkan Buku Mulok Gambut dan Mangrove

Misbahul Munir S • Kamis, 6 Juli 2023 | 19:35 WIB
Photo
Photo
SUNGAI RAYA - Setelah pelaksanakan Launching Kurikulum Gambut dan Mangrove di Kabupaten Kubu Raya pada November 2022, ICRAF Indonesia dan BRGM menyerahan buku bahan ajar Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Gambut dan Mangrove kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa 4 Juli 2023.

Buku bahan ajar ini ditujukan untuk dapat memberikan edukasi pada anak didik tentang Muatan Lokal berbasis Pendidikan Lingkungan khususnya Gambut dan Mangrove, dimana dalam implementasinya akan mengajarkan, mengenali, menjaga serta melestarikan lingkungan khususnya gambut dan mangrove.

Buku tersebut berisi materi Muatan Lokal Gambut dan Mangrove untuk Sekolah Dasar (SD) kelas 5 dan 6 serta untuk Sekolah menengah Pertama (SMP) kelas 7, 8, dan 9 di Kabupaten Kubu Raya.

Koordinator ICRAF Kalimantan Barat, Happy Hendrawan mengatakan, buku bahan ajar Mulok yang diserahkan merupakan hasil proses panjang kerja Kepung Bakol antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu raya, ICRAF, BRGM, WWF dan Blue Forest.

“Jumlah buku yang diserahkan ini sebanyak 500 buku per judul buku. Sedangkan ada 5 judul buku yaitu untuk SD kelas 5 dan 6 serta untuk SMP kelas 7,8, dan 9,” katanya.

Lebih lanjut, Happy mengatakan, untuk langkah selanjutnya diperlukan proses sosialisasi kepada daerah–daerah lain di Kalimantan Barat khususnya yang mempunyai lahan gambut atau mangrove. Harapannya, edukasi tentang gambut dan mangrove ini bisa dilinternalisasi dalam mata ajar dan dilakukan secara merata di seluruh daerah yang memiliki lahan gambut dan mangrove di Kalimantan Barat.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya M. Ayub menegaskan pentingnya pengawasan dalam implementasi Kurikulum Gambut dan Mangrove dari para pihak.

“Implementasi Kurikulum Muatan Lokal Gambut dan Mangrove ini nantinya perlu pengawalan bersama, baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun dari mitra pembangunan yang selama ini sudah mendukung. Secara khusus untuk penguatan implementasi pembelajaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya akan mengadakan sosialisasi dan pelatihan untuk peningkatan gugus pendidikan,” Ujar M. Ayub.

Menurutnya hal ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

Lebih lanjut M. Ayub mengatakan, bahan ajar ini kita lakukan dan susun bersama sama sesuai dengan konsep Kepung Bakol Kubu Raya. “Bahan ajar ini telah selesai kita susun secara bersama sama dengan melibatkan tim pengembang kurikulum yang terdiri dari unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala sekolah, guru, dan mitra pembangunan.

“Hari ini, kita telah sampai pada penyerahan bahan ajar. Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada ICRAF, BRGM, WWF, dan Blue Forest serta tim pengembang kurikulum yang telah mendukung pelaksanaan kurikulum gambut dan mangrove di Kabupaten Kubu Raya” Ujarnya. (arf) Editor : Misbahul Munir S
#Mangrove #BRGM #gambut #sekolah dasar #muatan lokal #Serahkan Buku #ICRAF Indonesia #Buku Mulok