“Sudah tahun ke tiga Festival Hadrah, Marawis dan Rebana ini kami (FKOB) laksanakan. Di tahun ini ada 30 regu ikut serta diantaranya 15 regu merupakan perwakilan dari desa di Kecamatan Sungai Kakap, kemudian 10 regu undangan yang kami bagikan dan 5 pesertanya lagi khusus undangan dari FKOB Kalbar,” ujar Sekertaris Umum FKOB Kalbar, Anwar Hardan, usai membuka Festival Hadrah di halaman Kantor Camat Sungai Kakap, Jumat (7/7) pagi.
Di tahun ini, Festival Hadrah juga dihadiri perwakilan orang Bugis dari Sarawak Malaysia. Kedatangan mereka untuk melihat langsung bagaimana hadrah, marawis dan rebana dilestarikan di sini.
FKOB Kalbar juga merencanakan, di akhir tahun mendatang, akan melakukan pertukaran budaya dengan warga bugis di Sarawak Malaysia. Jika tidak ada halangan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada November mendatang.
Lebih dalam dia melanjutkan, di tahun ke tiga Festival Hadrah mendapat tanggapan positif dari para peserta. Jika pesertanya tidak dibatasi oleh panitia, kemungkinan akan membludak. “Jadi pesertanya memang kami batasi, sebab jika tidak dibatasi takutnya kami tak bisa mengakomodirnya, belum lagi persoalan waktu yang terbatas,” ujarnya.
Untuk juri dalam festival ini bekerjasama dengan pegiat hadrah, yang sudah malang melintang di dunia hadrah. Kemudian ditambah satu juri dari perwakilan FKOB Kalbar.
Mudah-mudahan dengan gelaran festival hadrah yang berkelanjutan, dapat mempertahankan kesenian ini. Sehingga regenrasi hadrah khususnya di Kubu Raya terus terjaga. “Sebagai upaya kami menjaga kelestarian hadrah, para pesertanya juga kami berikan uang pembinaan sebesar Rp 5 ratus ribu,” katanya. (iza) Editor : Misbahul Munir S