Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dua Hari Dua Lakalantas, Satu Warga Tewas dan Seorang Ibu Kritis

Misbahul Munir S • Senin, 24 Juli 2023 | 11:59 WIB
MANASIK HAJI: Suasana kegiatan Bimbingan Manasik Haji mandiri yang akan diberangkatkan pada 2023. IST
MANASIK HAJI: Suasana kegiatan Bimbingan Manasik Haji mandiri yang akan diberangkatkan pada 2023. IST
SUNGAI RAYA – Kecalakaan lalu lintas kembali terjadi di kawasan Jalan Trans Kalimantan Sungai Ambawang, pada selama dua hari beruntun, yaitu pada Sabtu (22/7) dan Minggu pagi (23/7). Kecelakaan lalu lintas yang terjadi Sabtu di dekat Simpang Parit Adam, membuat warga Dusun Karya Usaha, Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Maryati (33) meninggal setelah terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sebuah truk tanki di simpang empat Parit Adam.

Sementara pada Minggu, Sartini (36), warga Dusun Karya II Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang tak sadarkan diri dan dalam kondisi kritis di Rumah sakit Promedika setelah terlibat kecelakaan dengan mobil pikap yang dikemudikan Suradi.

Kasubsi Penmas AIPTU Ade mewakili Kapolres Kubu Raya AKBP Arief Hidayat membenarkan kedua kejadian tersebut.Kecelakaan tragis itu berlokasi di Jalan Trans kalimantan Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, tepatnya di dekat simpang Parit Adam.

Ade menceritakan, peristiwa pada Hari Minggu, berawal ketika Haili Suharmin (41) membonceng anaknya, Fahlefi Alfariq (7) dan istrinya, Sartini menggunakan sepeda motor nopol KB 2883 MR dari arah Pontianak menuju Tayan.

“Kemudian sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Trans Kalimantan dekat simpang Parit Adam, dari arah yang sama datang sebuah mobil pikap nopol KT 8639 MW yang dikendarai oleh Sunardi langsung menabrak bagian belakang kendaraan sepeda motor yang dikendarai Haili Suharmin, sehingga Sartini dan Fahlefi Alfariq, anak korban terpental," jelas Ade.

Ade menambahkan, kecelakaan tersebut diduga sopir Pikap yang dikemudikan oleh Suardi tidak berkonsentrasi saat berkendaraan, sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas. "Diduga Suhardi (51) warga Gang Gajah Mada, Pontianak Selatan saat mengendarai mobil Pikap kurang berkonsentrasi, sehingga mengakibatkan kecelakaan tersebut," ucap Ade.

Ade mengungkapkan, Pihak Satuan Laka Lantas Polres Kubu Raya telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti ke Polres Kubu Raya guna penyidikan lebih lanjut. Saat ini Satini mendapatkan perawatan secara intensif di RS Mitra Medika Pontianak, dimana kondisinya dalam keadaan kritis.

"Untuk Fahlefi anaknya mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kaki, sementara sang suami Haili Suharman mengalami luka ringan yakni lecet pada bagian lengan. Sedangkan Suardi supir Pikap tidak mengalami luka," ungkap Ade.

"Dalam upaya mencegah kembali terjadinya lakalantas ini, kami dari Polres Kubu Raya kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan berkendara. Jika mengantuk usahakan mencari peristirahatan yang aman, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang," ujarnya. (ash) Editor : Misbahul Munir S
#lakalantas #tkp #Jl Trans Kalimantan #Jaga Keselamatan Berkendara #sungai raya