Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bergantian Jaga Malam, Petugas Gabungan Amankan Gedung SMAN 4 Kubu Raya

Syahriani Siregar • Kamis, 24 Agustus 2023 | 18:01 WIB
Tim pemadam BPBD Kalbar saat memadamkan karhutla yang terjadi di belakang SMAN 4 Sungai Raya, Kubu Raya, Senin (21/8).
Tim pemadam BPBD Kalbar saat memadamkan karhutla yang terjadi di belakang SMAN 4 Sungai Raya, Kubu Raya, Senin (21/8).

SUNGAI RAYA - Petugas gabungan dari berbagai instansi melakukan pengamanan terhadap gedung Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Sungai Raya yang terletak di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Pengamanan dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran, karena di sekitar lokasi sekolah masih terjadi kebakaran hutan dan lahan. 

Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel mengungkapkan, petugas harus rela bermalam di lapangan secara bergantian (shift) untuk menjaga bangunan SMAN 4 Sungai Raya.

Hal tersebut dilakukan sejak Jumat (18/8) malam, sampai Rabu 23 Agustus 2023.

"Tim bergantian istirahat untuk merebahkan badan di atas semak belukar yang tidak terbakar, dengan menghampar terpal tanpa tenda," ungkapnya kepada awak media, Rabu (23/8). 

Untuk kebutuhkan makanan dan minuman anggota tim di lapangan, Daniel mengatakan turut disediakan oleh BPBD Kalbar yang diurus oleh salah satu anggota tim. Selain anggota BPBD Kalbar yang ikut bermalam di lapangan, menurutnya juga ada anggota BPBD Kubu Rata, TNI-Polri, dan juga Manggala Agni.

"Rasa kebersamaan di lapangan sangat dirasakan, meskipun di lapangan sumber air untuk memadamkan sangat terbatas," terang Daniel. 

Sementara untuk luasan lahan yang terbakar di lokasi tersebut, menurut Daniel saat ini masih dalam proses pengukuran atau penghitungan oleh Manggala Agni. Adapun kondisi terakhir pada, Rabu (23/8) pagi kemarin, masih ada asap di sekitar lokasi.

"Artinya potensi menyala masih ada, dan daerah ini tetap diawasi oleh tim gabungan, BPBD Kalbar, BPBD Kubu Raya, TNI-Polri, dan Manggala Agni," katanya. 

Ia pun lantas mengimbau, agar masyarakat yang berada di sekitar lahan ikut berperan aktif untuk memonitor dan mencegah karhutla di lokasi. Terlebih di area yang terbakar ada fasilitas pendidikan seperti SMAN 4 Sungai Raya yang merupakan aset negara dan harus dilindungi bersama.

"Upaya penanggulan bencana asap bukan hanya tugas pemerintah, TNI-Polri, tetapi tugas bersama (pemerintah, dunia usaha, masyarakat, media, dan perguruan tinggi), tentu di lapangan kami bertindak sesuai kapasitas masing-masing," pungkasnya.

Sementara itu dari Palangka Raya dilaporkan, BPBD Kalteng terus mempersiapkan dalam mengatasi karhutla. Mengingat sepanjang Agustus cuaca didominasi panas. Langkah-langkah teknis terus dilakukan, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana.

“Kami telah mengusulkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) terhadap BNPB berbarengan dengan usulan helikopter kala itu. Memang saat ini baru ada empat unit helicopter di Kalteng. Terkait dengan TMC sendiri ini berbenturan dengan jumlah pesawat yang melakukan modifikasi cuaca di pusat agak susah," kata Plt Kepala BPBD Kalteng, Ahmad Thoyib, Sabtu (19/8).

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini TMC telah dilakukan, namun atas dasar inisiasi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Pelaksanaan saat ini dilakukan berfokus di daerah Barito. Sebab untuk kawasan Pulang Pisau dan Kapuas itu saat ini bibit awan atau awan yang berpotensi hujan tidak memungkinkan untuk dilakukan modifikasi.

BRGM melakukan itu untuk menjaga ekosistem gambut di Kalteng. Mengingat cuaca panas seperti mereka memastikan bagaimana gambut tetap dalam kondisi lembab dan melakukan pembasahan terhadap gambut yang berpotensi terbakar.

Thoyib menduga setelah BRGM selesai melakukan modifikasi cuaca, maka pihak BNPB akan melakukan TMC.

"Setelah selasai dari BRGM ini kemungkinan BNPB akan melakukan TMC. Tapi itu tergantung dari mereka, ada potensi awan atau tidak, yang pasti kita tetap mengharapkan TMC dari pusat sesuai dengan teknis dan pertimbangan mereka sendiri," tegas Thoyib.

Ia juga menjelaskan bahwa pihak BPBD Kalteng tidak ada anggaran untuk melakukan rekayasa cuaca. Maka sifatnya Kalteng saat ini hanya melakukan pengusulan, sebab secara penganggaran dan pengusulan BNPB sendiri yang berkontrak kepada pihak ketiga.

"Kalau memang memungkinkan, maka BNPB akan melaksanakan, karena kita tidak ada anggaran melakukan TMC, ya kita menunggu saja," tegasnya. (bar/irj/ram)

Editor : Syahriani Siregar
#kebakaran #SMAN 4 Kubu Raya #BPBD KALBAR #sungai raya