SUNGAI RAYA – Ribuan jemaah dari Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya dan sejumlah daerah sekitarnya, Jumat malam (29/9) memadati halaman Pondok Pesantren Anwarut taufiq, Desa Kuala Dua. Mereka mengikuti Maulid Akbar Baginda Rasulullah SAW.
Meski hujan sempat mengguyur di kawasan Pondok Pesantren Anwaruttaufiq, Desa Kuala Dua, namun tidak menyurutkan semangat para jemaah untuk menyemarkaan maulid akbar tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Anwaruttaufiq, Habib Muhammad bin Husein Al Jufri, mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dan menjaga perdamaian yang ada, khususnya memasuki tahun politik.
Pria yang kerap disapa Habib Muh ini pun mempersilakan masyarakat berpartisipasi dan ikut serta dalam Pemilu. Namun, dia mengingatkan agar masyarakat melakukannya dengan penuh cinta dan damai, serta meniatkan dalam hati berdoa agar pemimpin yang dipilih bisa membawa Indonesia dan Kalimantan Barat menjadi lebih baik.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kalbar khusunya di moment Maulid Akbar ini, bisa menjaga persatuan dan perdamaian, mengingat tahun politik sudah dekat. Berbeda pilihan politik, boleh, namun jangan sampai memecah belah persatuan umat yang telah berjalan dengan indah," ucap Habib Muh.
Sebagai informasi, Maulid Akbar tersebut juga dihadiri Sultan Pontianak Syarif Mahmud Alkadrie, Habib Thoha, Perwakilan Polda Kalbar, anggota DPRD Kalbar, serta beberapa para pengasuh Pondok Pesantren yang ada di Kalbar. Dalam kesempatan tersebut hadir pula pengasuh pondok Anwaruttaufiq Batu, Jawa Timur, yakni Habib Jamal bin Thoha Ba'agil Malang.
Salah satu santri, Alfaqih Kifli (15) yang saat ini duduk di kelas dua Aliyah mengaku senang menyambut Maulid Agung tersebut. Meski hujan, tak menyurutkan semangatnya untuk hadir dan menyimak tausiyah dan bersama-sama berselawat untuk Rasulullah.
"Senang saja rasanya bisa meluangkan waktu ikut Maulid memperingati hari lahir Rasulullah. Walau sempat hujan, namun bukan halangan buat kami untuk ikut memeriahkan Maulid Nabi dengan berselawat bersama seluruh santri yang ada dari beberapa Pondok Pesantren lainnya," tutur Kifli.
Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang warga Kubu Raya, Mulyadi. Dia sengaja datang untuk mengikuti Maulid Akbar, meskipun sempat diguyur hujan.
Mulyadi berharap selain bisa berselawat untuk Rasulullah, juga untuk mendengarkan tausiyah Habib Jamal bin Thoha Ba'agil yang menyejukkan dan mengikuti sunah Nabi Muhammad.
"Senang rasanya bisa hadir dalam Maulid Akbar, tidak hanya berselawat bersama, tapi juga mendengar tausiyah Habib Jamal bin Thoha Ba'agil," ucap Mulyadi.
Dalam kesempatan tersebut makna dan peringati Maulid Nabi Muhammad disampaikan oleh Habib Jamal bin Thoha Ba'agil, untuk meneladani sunnah Rasulullah.
"Maulid Nabi tidak hanya menjadi sejarah Nabi Muhammad, tapi juga menjadi upaya memperbaiki diri meneladani sunnah Baginda Nabi Muhammad SAW," kata Habib dalam tausiyahnya.
Di kesempatan yang sama, Habib Jamal bin Thoha Ba'agil juga mengimbau dan mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan indahnya perdamaian yang dicontohkan Rasulullah.
"Mari kita saling mencintai dan saling bersatu untuk menciptakan perdamaian yang indah di Tanah Air, khususnya Indonesia, dengan meneladani sifat Baginda Rasulullah yang penuh cinta dan kasih sayang," tutup Habib. (ash)
Editor : A'an