SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Sabtu (25/11) mendapatkan penghargaan Dwija Praja Nugraha dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Atas capaian yang diraihnya tersebut, Muda pun mengaku bersyukur sekaligus berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kubu Raya.
Bagi Muda, penghargaan tersebut merupakan salah satu kebahagiaan untuk seluruh masyarakat di Kubu Raya.
“Saya melihatnya bukan dari sisi bahwa ini pencapaian secara pribadi. Tapi ini adalah potret bahwa seluruh elemen masyarakat Kubu Raya itu betul-betul punya komitmen yang tinggi untuk bagaimana memperkuat sumber daya manusia generasi,” ucap Muda, Senin (27/11) di Sungai Raya.
Orang nomor satu di pemerintahan Kubu Raya ini menyebut bahwa pendidikan tidak hanya mendidik pikiran, tapi juga karakter dan jiwa.
Hal itulah, menurutnya, yang sangat penting. Komitmen memperkuat sumber daya manusia tersebut kemudian diwujudkannya dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang berdampak langsung kepada hak dasar.
“Bagaimana peluang untuk terdidik dan kelayakan-kelayakan pendidikan yang dimulai dari pendidikan anak usia dini.
Di tingkat PAUD saja kita sudah lakukan upaya-upaya bagaimana agar semua anak PAUD dapat terlibat dalam banyak aktivitas.
Sekaligus juga kita perhatikan bagaimana guru-guru PAUD dan kelembagaannya terus diperkuat,” jelasnya.
Sama halnya, kata Muda, di jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Bahkan dahulu Pemerintah Kabupaten juga telah membangun hingga sebelas sekolah menengah atas dan kejuruan.
“Itu juga merupakan komitmen. Di mana kita bangun sebelas sekolah dan kita tunda pembangunan rumah jabatan dan sebagainya.
Semua mendulukan pembangunan sekolah dan sampailah terus kebijakan itu berlangsung,” jelasnya.
Muda menerangkan bahwa komitmen pendidikan bukan hanya terkait dengan hal-hal yang bersifat finansial. Melainkan, dalam bidikan dia, bagaimana ada sistem yang terbangun, termasuk sinergi ‘kepung bakul’ khas Kubu Raya.
“Termasuk bagaimana para guru ini benar-benar bisa menjadi guru yang sebagai fasilitator, motivator, dan sahabat anak-anak murid.
Dan bagaimana mereka juga bisa melakukan upaya-upaya kreatif, sehingga akhirnya anak-anak kita itu tidak hanya pintar dari nilai, tapi juga mampu berkreasi,” jelasnya.
Muda menyatakan penghargaan dari Pengurus Besar PGRI terlegitimasi dengan fakta bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kubu Raya merupakan yang tertinggi dari seluruh kabupaten di Kalimantan Barat.
“Jadi (penghargaan) ini bukan tanpa legitimasi. Penerimaan penghargaan itu hal yang lumrah.
Tapi kalau penghargaan seperti yang kita terima ini, Alhamdulillah ada legitimasinya yaitu capaian IPM yang lebih tinggi di atas rata-rata IPM Provinsi Kalimantan Barat,” ucapnya.
Muda lantas memaparkan sejumlah upaya yang telah dilakukan dalam memajukan pendidikan di Kubu Raya.
Seperti, dimisalkan dia, mengadakan Pusat Belajar Guru (PBG). Kemudian, sebut dia, memberikan jaminan perlindungan, pemberian insentif dan tunjangan untuk guru honor, dan penguatan sarana dan prasarana secara bertahap.
“Nah, juga bagaimana kita memperkuat agar sistem data pendidikan itu jauh lebih baik.
Di mana kita telah menerapkan sistem informasi data berbasis geospasial yang semua tematik pendidikan akan jauh lebih menavigasi kita untuk diperkuat,” ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Muda berharap penghargaan yang didapat tak lantas membuat terlena semua pihak.
Harapan dia, penghargaan ini justru menjadikan untuk lebih progresif lagi. Ia menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia adalah hal yang utama.
“Itu jauh lebih utama dan kita harus fokus di situ melalui pendidikan baik formal maupun nonformal.
Juga dengan memperkuat semua praktik baik dan pola penguatan literasi dan sebagainya yang unggul,” imbuhnya.
Menurut Muda, penghargaan tertinggi dari Pengurus Besar PGRI menjadi sebuah titik berangkat untuk bagaimana semua praktik, baik di Kubu Raya dapat diperluas kemanfaatannya bagi daerah-daerah lainnya di Kalimantan Barat.
“Selamat kepada seluruh masyarakat Kubu Raya. Ini merupakan kado indah di akhir masa jabatan dan sebuah legacy. Karena legacy atau warisan itu bukan hanya fisik.
Legacy adalah sesuatu yang diraih dengan betul-betul berproses dan dampaknya dirasakan. Salam menanjak untuk Kalimantan Barat bahagia, demi Indonesia mendunia,” pungkas Muda. (ash)
Editor : A'an