SUNGAI RAYA – Pondok Pesantren Khulafaur Rasyidin Kubu Raya baru-baru ini me-launching beroperasinya Khulafaur Rasyidin Mart yang terletak tak jauh dari pinggiran Jalan Arteri Supadio, Sungai Raya.
Swalayan yang dikelola Pondok Pesantren Khulafaur Rasyidin Kubu Raya ini menjadi satu di antara bentuk pemberdayaan ekonomi di pondok pesantren.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Kamis (18/1), lalu usai meresmikan Khulafaur Rasyidin Mart di Sungai Raya.
“Mudah-mudahan ini menopang praktik baik dari anak-anak kita (santri), bagaimana kita mengelola sebuah pasar atau proses bisnis dengan cara-cara yang baik. Ini bagian dari karakter kewirausahaan dan kemandirian,” ucapnya.
Menilai nantinya di lingkungan pondok juga akan dibangun penginapan untuk pengunjung maupun orang tua santri yang datang dari luar daerah, membuat Muda berharap swalayan tersebut terus dikembangkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, sejumlah sarana-sarana lainnya di pesantren tersebut juga akan terus dikembangkan, Muda meminta untuk dapat dikelola dengan baik oleh pihak pondok.
“Saya ucapkan selamat. Semoga semakin sukses kepada para guru dan semua santri. Ini adalah aset bagi masyarakat Kalimantan Barat.
Ini merupakan suatu benteng yang baik untuk kita kawal, terutama dalam hal sumber daya manusia. Saya sangat bahagia bisa hadir dan meresmikan ini,” ujarnya.
Muda pun mengajak masyarakat untuk ikut mendukung eksistensi Khulafaur Rasyidin Mart, dengan cara berbelanja di swalayan yang terletak di depan Pondok Pesantren Khulafaur Rasyidin itu.
“Ayo belanja di sini dan semoga ini berkembang menjadi jejaring dengan bermitra bersama para pihak lainnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, kami mengucapkan selamat kepada semuanya, termasuk Kantor Kementerian Agama selaku pembina pasar swalayan ini.
Karena ini merupakan salah satu indikator peningkatan dari kualitas pondok-pondok pesantren yang ada di Kubu Raya ini,” tutupnya.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya Ruslan mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap pesantren-pesantren yang ada di Kubu Raya.
Salah satunya, disebutkan dia, pembinaan terkait upaya peningkatan potensi perekonomian di pesantren.
“Saat ini jumlah pesantren di Kubu Raya sebanyak 107 pesantren. Namun yang memiliki mart atau swalayan baru sebanyak 24 pesantren. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih banyak lagi pesantren yang memiliki swalayan.
Mudah-mudahan pula ke depan perekonomian di Kubu Raya khususnya di pondok-pondok pesantren terus meningkat,” tutup Ruslan. (ash)
Editor : A'an