SUNGAI RAYA - Dua lampion raksasa yang terletak di Wihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Tie di Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap menyemarakkan perayaan Tahun Baru Imlek 2575 di Kubu Raya.
Dua lampion yang memiliki tinggi 4,8 meter dengan diameter 6,68 meter serta berat 133 kilogram tersebut menjadi daya tarik wisata baru di Kubu Raya, khususnya di Kecamatan Sungai Kakap.
Usai meresmikan dua lampion tersebut, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan bangga dengan kehadiran dua lampion raksasa tersebut.
"Tahun Baru Imlek 2575 ini sebagai bagian dari tradisi anak negeri yang merupakan semangat dari Kubu Raya untuk Indonesia," ucap Muda, Jumat malam (9/2).
Muda menilai keharmonisan di tengah heterogenitas masyarakat Kubu Raya membuktikan besarnya modal sosial dan aset budaya yang ada di Kubu Raya dan Kalimantan Barat.
"Kubu Raya ini miniaturnya Kalimantan Barat dan Indonesia. Makanya event ini akan menjadikan kita selalu bahagia.
Sesuai dengan visi bahagia Kubu Raya yang itu telah membangun nilai yaitu keberagaman adalah kebahagiaan dan bukan ancaman apalagi keresahan,” jelas Muda.
“Dengan keberagaman kita bahagia, dengan keberagaman kita bersuka cita. Karena di situ nilai-nilainya kita saling menghilangkan ego, saling peduli, saling bisa memperkuat satu sama lain, dan saling bisa membahagiakan,” tambahnya.
Orang nomor satu di Pemerintahan Kubu Raya ini mengutarakan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengapresiasi masyarakat di Kecamatan Sungai Kakap.
Sebab ajang tradisi dan kreasi budaya yang telah diciptakan mempunyai nilai kekhasan dan keunikan yang luar biasa.
“Orang akan semakin mengenal dan semakin lama semakin banyak yang berkunjung ke Kubu Raya, khususnya Sungai Kakap ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kabupaten Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat mengaku bersyukur karena destinasi wisata di Kecamatan Sungai Kakap menurutnya sangat luar biasa.
"Di sini (Sungai Kakap) banyak potensi wisata, seperti kelenteng tengah laut, wisata susur sungai dengan menggunakan kapal motor, dan banyak lagi wisata yang bisa menjadi ikon bagi Kabupaten Kubu Raya," jelas Rini.
Rini menilai banyaknya potensi wisata menjadikan Sungai Kakap sebagai desa yang komplet sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
"Adanya penampilan seni dan tari yang ditampilkan anak-anak Tionghoa itu semua merupakan karya dari pelaku seni kreatif lokal asli dari Desa Sungai Kakap," ujar Rini.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Yayasan Tri Dharma, Hian Thian Siang Lim Hi Thian mengatakan setiap pengerjaan satu lampion raksasa dilakukan selama satu pekan dengan melibatkan sekitar 20 orang. (ash)
Editor : A'an