SUNGAI RAYA – Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam menilai, penanaman pohon dan Gerakan Tanam Padi di Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, yang digelar Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Kamis (27/6) merupakan salah satu bukti nyata komitmen dan kolaborasi para pihak dalam memperkuat ketahanan pangan. Yusran pun mengapresiasi kegiatan untuk ketahanan pangan yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-78 tersebut.
“Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kesejahteraan dan keberlanjutan hidup masyarakat,” kata Yusran Anizam usai menghadiri penanaman di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Desa Pal IX.
Menurutnya dalam tantangan global seperti perubahan iklim, degradasi lahan, dan pertumbuhan populasi, diperlukan mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan untuk generasi saat ini dan yang akan datang.
“Pohon ini juga bermanfaat untuk penyediaan sumber pangan, konservasi tanah dan air, pengurangan pemanasan global, dan habitat untuk keanekaragaman hayati,” jelasnya.
Adapun Gerakan Tanam Padi, lanjut Yusran, selain memberikan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan petani, juga mengurangi angka kemiskinan melalui pemberdayaan petani secara ekonomi.
“Melalui gerakan tanam padi kita juga dapat meningkatkan produksi beras sehingga mengurangi ketergantungan terhadap impor beras sekaligus mengurangi risiko kerawanan pangan di masa depan,” jelasnya.
Untuk itu, Yusran menyatakan gerakan tanam padi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petani saja, tapi juga semua pihak lainnya. “Kami mengajak semua pihak, mari kita saling mendukung, bekerja sama, dan berkolaborasi demi kesuksesan gerakan ini. Dan semoga ke depan kita tidak hanya swasembada beras tapi juga swasembada pangan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Barat melalui Kepala Biro SDM Polda Kalimantan Barat, Komisaris Besar Sugiarto mengatakan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-78, pihaknya telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan bakti sosial.
Untuk penanaman pohon dan padi serta pemberian beasiswa dilakukan secara terpusat di wilayah Kabupaten Kubu Raya dan diikuti serempak oleh seluruh Polres jajaran di Polda Kalimantan Barat.
Lebih lanjut, Sugiarto menuturkan masalah lingkungan, ketahanan pangan, dan pendidikan selalu menjadi isu fundamental yang dapat mengancam stabilitas dan pertumbuhan pembangunan nasional. Terlebih bagi Indonesia yang sedang berjuang menuju visi Indonesia Emas Tahun 2045.
“Ketiga isu tersebut saling berkaitan erat. Karena dengan memiliki lingkungan baik otomatis berdampak kepada produktivitas ketahanan pangan nasional sekaligus mampu memberikan gizi atau nutrisi yang cukup bagi generasi emas Indonesia ke depannya,” terangnya.
Dia menerangkan, Polda Kalimantan Barat telah menyalurkan sebanyak 12.257 bibit pohon yang tersebar di seluruh wilayah Polda Kalbar. Adapun untuk ketahanan pangan telah didistribusikan sebanyak 39.234 berupa pemberian kambing ternak, bibit hewan, dan bibit tanaman produktif seperti padi, jagung, cabai, dan sebagainya. Sementara untuk beasiswa diberikan kepada 69 pelajar mulai tingkat SD-SMA/sederajat yang memiliki prestasi akademik dan olahraga di tingkat daerah maupun nasional.
“Semoga kegiatan ini memberikan dampak signifikan terhadap terjaganya kelestarian lingkungan, menjadi investasi jangka panjang terhadap ketersediaan pangan, dan membantu generasi emas bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” pungkasnya. (ash)
Editor : A'an