Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pj Gubernur Kalbar Buka Mubes II Tariu Borneo Bangkule Rajakng

A'an • Senin, 8 Juli 2024 | 09:13 WIB

 

SAMBUTAN: Pj Gubernur Harisson memberikan sambutan saat membuka Mubes II TBBR di Hotel Alimoer, Sabtu (6/7).
SAMBUTAN: Pj Gubernur Harisson memberikan sambutan saat membuka Mubes II TBBR di Hotel Alimoer, Sabtu (6/7).

SUNGAI RAYA - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Harisson membuka Musyawarah Besar (Mubes) II Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) di Hotel Alimoer, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (6/7).

Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, Harisson menyambut baik pelaksanaan acara tersebut, dan berharap dapat menghasilkan manfaat besar, serta melahirkan kader-kader yang memiliki gagasan inspiratif, kreatif, inovatif, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai jati diri, dan karakter bangsa.

“Semoga musyawarah ini dapat berjalan dengan lancar serta menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi kemajuan organisasi TBBR,” harapnya.

Tak hanya itu, dirinya juga berharap dengan diselenggarakannya mubes tersebut, organisasi TBBR mampu menjadi wahana konsolidasi, koordinasi, dan komunikasi di antara seluruh jajaran pengurus, dan anggota, terutama dalam menentukan rencana, dan program kerja ke depan.

“Sehingga dapat meningkatkan peran TBBR dalam mendukung, dan menyukseskan pembangunan nasional melalui peningkatan kualitas, dan pelestarian adat, serta budaya,” pesannya.

Harisson menyampaikan bahwa Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang berada di Pulau Kalimantan tentu akan sangat berpengaruh dengan perkembangan pembangunan, serta kemajuan di wilayah Kalbar. Keberadaan IKN diyakini dapat menyejahterakan masyarakat di Pulau Kalimantan secara umum.

“Makanya saya selalu mendukung upaya pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota Negara di Pulau Kalimantan. Maka dari itu, kita siapkan anak-anak, cucu-cucu kita ini benar-benar cerdas yang memiliki kompetensi, ilmu pengetahuan, dan keterampilan. Jangan sampai kita menjadi penonton,” tegasnya.

 Orang nomor satu di Kalbar itu juga mengingatkan bahwa tahun ini merupakan tahun di mana rakyat Indonesia akan menghadapi Pilkada Serentak 2024. Pesta demokrasi itu akan dilaksanakan pada November mendatang.

“Mari kita tingkatkan semangat kebersamaan, dan kerukunan dalam keberagaman demi terwujudnya persatuan, dan kesatuan bangsa, serta stabilitas keamanan yang semakin kondusif,” ajaknya.

Seperti diketahui, TBBR atau dikenal dengan sebutan Pasukan Merah TBBR adalah organisasi kemasyarakatan (ormas) adat Dayak yang bergerak di bidang pelestarian adat, dan budaya. Salah satu misi TBBR adalah berusaha mempertahankan tradisi untuk mendorong masyarakat Dayak bersatu, maju, dan bermartabat.

Pasukan Merah TBBR dipimpin oleh Panglima Jilah, dan memiliki lebih dari 372 ribu anggota yang tersebar di seluruh Pulau Kalimantan, Indonesia, dan Sarawak, Malaysia. TBBR sendiri diambil dari nama Kerajaan Bangkule Rajakng.

Sebelum munculnya Kerajaan Mempawah, telah ada sebuah kerajaan Dayak yang sangat terkenal di Pulau Kalimantan. Oleh karena itulah, keberadaan kerajaan-kerajaan di Kalbar umumnya tidak terlepas dari cerita penduduk suku Dayak.

Nama kerajaan yang sangat terkenal dan berjaya pada saat itu adalah kerajaan Bangkule Rajakng. Kerajaan ini dipimpin oleh Patih Gumantar (1380), yang terkenal sangat gagah, dan pemberani. Di bawah pemerintahannya, pusat kerajaan Bangkule Rajakng berada di Sadaniang. Oleh sebab itu, kerajaan ini disebut juga sebagai Kerajaan Sadaniang.(bar/r)

Editor : A'an
#Kabupaten Kubu Raya #TBBR #Pj gubernur kalbar #sungai raya