DOSEN Jurusan Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Pontianak melakukan penelitian dalam rangka implementasi Program Riset Kemendikbud. Penelitian tersebut bertajuk "Strategi Pengembangan Potensi Ekowisata Mangrove Polaria Tanjung Pagar Menjadi Produk Wisata Kreatif".
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mendalok Kecamatan Sungai Kunyit, Kamis (12/09). Kegiatan ini bertujuan mengetahui lebih jauh keadaan ekowisata mangrove Polaria Tanjung Pagar di Desa Mendalok Kecamatan Sungai Kunyit.
Kegiatan ini bekerjasama dengan Presiden BUMDes Yuli Harfitasari, S.Pd dan mantan Kepala Desa Mendalok Ilham sekaligus inovator ekowisata mangrove. Ilham menceritakan, dulu ekowisata di tempat ini sangat diidamkan dan diimpikan banyak wisatawan serta penduduk lokal untuk melakukan rekreasi dan melepas lelah dari kesibukan sehari-hari. Seperti melihat suasana pemandangan matahari saat terbenam. Selain itu, terdapat pintu gerbang yang menarik dengan warna dan desain cukup unik. Tak hanya itu, para wisatawan akan langsung disambut dengan sebuah taman bermain yang terdiri dari permainan ayunan, terowongan, serta rumah kayu nan indah.
“Keadaan ekowisata mangrove Polaria Tanjung Pagar ini juga sangat diminati warga di luar Mendalok. Seperti dari Pontianak dan wisatawan dari 27 negara yang saggup berkemah hanya untuk menikmati suasana wisata mangrove Polaria Tanjung Pagar,” cerita Ilham bangga.
Presiden BUMDes Yuli menambahkan, keadaan ekowisata ini sudah tidak terurus lagi semenjak adanya Covid 19. Hingga menyebabkan sepi pengunjung dan juga faktor abrasi pantai yang berdampak pada banyaknya fasilitas wisata yang rusak dan tidak terurus dengan baik.
Ketua Penelitian Istikoma, B.Sc., M.I.T menjelaskan perencanaan pihak pemerintah Desa Mendalok sangat baik. Dia berharap semua yang direncanakan akan terealisasi dengan segera sesuai dengan harapan semua warga di Desa Mendalok.
Sementara itu, Rizki Surtiyan Surya, S.Kom, M.Kom selaku dosen pendamping menyampaikan semoga dengan adanya kontribusi yang diberikan oleh pemerintah pusat bisa dialokasikan sebagaimana mestinya. Dengan demikian ekowisata mangrove Polaria Tanjung Pagar terlahir kembali dan lebih sukses dari sebelumnya.
Kami berharap ekowisata mangrove Polaria Tanjung Pagar sebagai penciri di Desa Mendalok ini hadir kembali dengan wajah baru serta dengan inovasi
yang menarik banyak wisatawan. Baik wisatawan lokal, nasional maupun internasional. Bukan hanya itu, membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya tanaman mangrove harus juga diedukasi agar ekosistem yang hidup di perairan pesisir laut atau vegetasi hutan yang tumbuh antara garis pasang surut terjaga dengan baik. Serta menambah pesona wisata yang lebih asri dan nyaman bagi para pengunjung. (vie/ser)
Editor : A'an