KUBU RAYA – Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Pendidikan Biologi Universitas PGRI Pontianak bersama dengan Program Studi Ilmu Pendidikan Sosial Program Magister, yang diketuai oleh Nawawi, M.Pd. dan beranggotakan Dr. Saiful Bahri, M.Pd, mengadakan pendampingan kepada para ustaz dan santri di Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (7/9/2024) kemarin. Kegiatan ini bertemakan "Santri Edupreneur: Pemberdayaan Santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Melalui Pengelolaan Ternak Burung Puyuh untuk Mewujudkan Ekonomi Berkelanjutan."
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari pengurus pondok pesantren dan dilanjutkan dengan pemaparan sesi pertama yang disampaikan oleh Dr. Emi Tipuk Lestari, M.Pd. dengan moderator Dr. Saiful Bahri, M.Pd. Pemateri pertama menyampaikan materi tentang kewirausahaan santri di era revolusi industri 4.0.
Pada sesi pertama ini Dr. Emi Tipuk Lestari menjelaskan bahwa peluang usaha saat ini sangat terbuka luas, salah satunya melalui budidaya burung puyuh. Dalam sesi ini, terjadi diskusi interaktif antara peserta dan pemateri terkait berbagai jenis usaha yang bisa ditekuni oleh para santri serta cara memulainya.
Sedangkan pada sesi kedua, Nawawi, M.Pd., selaku ketua tim pengabdian, membahas pentingnya manajemen dalam budidaya burung puyuh dan tata kelola pemasaran secara online.
Dirinya memberikan penjelasan tentang platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, serta media sosial TikTok yang dapat dimanfaatkan untuk menjual produk secara daring.
Selain itu, Nawawi juga menjelaskan cara menggunakan aplikasi untuk mendukung pemasaran online, termasuk menjelaskan peralatan pendukung dalam kegiatan livestreaming di TikTok.
Semantara itu, untuk praktik pemasaran online dilakukan pada hari berikutnya atau tepatnya Minggu, 8 September 2024 yang diikuti oleh ustad dan santri Pondok Pesantren AL Ikhlas.
Kegiatan praktik berjalan lancar karena pihak pondok telah memiliki infrastruktur jaringan internet menggunakan satelit yang diperoleh dari bantuan pemerintah. Dengan adanya dukungan infrastruktur tersebut, maka tim pengabdi berharap bahwa upaya optimalisasi dan digitalisasi pemasaran produk ternak burung puyuh akan dapat berjalan dengan baik.
Berdasarkan masukan dan saran dari kegiatan pelatihan manajemen dan digital marketing oleh tim pengabdi. Pihak pondok pesantren menyadari kelemahannya dan menyampaikan bahwa selama ini usaha peternakan burung puyuh di Pondok Pesanten Al Ikhlas Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya belum optimal, terutama dari segi manajemen. Sehingga setelah pendampingan ini, pondok pesantren berencana membentuk tim khusus yang akan bertanggung jawab dalam pengelolaan ternak burung puyuh, dengan harapan dapat meningkatkan hasil produksi dan pemasaran produk telur dan daging burung puyuh. (r/pms).
Editor : A'an