Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Banjir di Jalan Trans Kalimantan Kubu Raya Hambat Transportasi dan Logistik, Tiga Dusun di Sungai Ambawang Tergenang

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 18 Oktober 2024 | 17:57 WIB

 

Banjir di Sungai Ambawang, Kubu Raya mengganggu jalur lintas kendaraan, mendorong Polres Kubu Raya untuk melakukan rekayasa lalu lintas demi menjaga kelancaran arus.
Banjir di Sungai Ambawang, Kubu Raya mengganggu jalur lintas kendaraan, mendorong Polres Kubu Raya untuk melakukan rekayasa lalu lintas demi menjaga kelancaran arus.

SUNGAI RAYA – Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Kalimantan Barat, termasuk Kubu Raya, telah menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Tiga dusun di Kabupaten Kubu Raya—Dusun Tapah di KM 36, Dusun Kayu Arah di KM 37, dan Dusun Lintang Batang di KM 40, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang—menjadi titik banjir yang paling terdampak, dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa.

Kondisi ini berdampak signifikan pada pengiriman logistik dan aktivitas sehari-hari di sepanjang jalur Trans Kalimantan tersebut.

Menanggapi situasi ini, Satuan Lalu Lintas Polres Kubu Raya segera memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup dan contraflow untuk mengurangi kemacetan akibat genangan air.

Kasat Lantas Polres Kubu Raya, AKP Supriyanto, melalui Kasubsi Penmas, Aiptu Ade, menjelaskan bahwa genangan air di lokasi tersebut berkisar antara satu hingga satu setengah meter.

"Personel Satlantas masih melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas untuk membantu pengendara. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintas jika ketinggian air semakin meningkat," ungkap Ade kepada wartawan di Sungai Raya, Jumat (18/10).

Selain melakukan rekayasa lalu lintas, petugas Satlantas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkendara di kondisi jalan yang tergenang.

Pengendara diminta untuk tidak melintasi jalan yang terendam demi menghindari risiko yang tidak diinginkan. "Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan dalam situasi ini," tambah Ade.

Banjir di Sungai Ambawang, Kubu Raya, Jumat (18/10/2024) menghambat transportasi dan logistik.
Banjir di Sungai Ambawang, Kubu Raya, Jumat (18/10/2024) menghambat transportasi dan logistik.

Ade juga menjelaskan bahwa mereka akan terus memantau situasi di lapangan dan bekerja sama dengan pemerintah daerah serta perangkat desa untuk menangani dampak banjir dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. "Kondisi ini memerlukan kewaspadaan tinggi, dan keselamatan adalah fokus utama kami," tegasnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi menjaga keselamatan bersama.

Di tengah situasi sulit ini, kehadiran aparat kepolisian mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Sutiyoso, seorang sopir travel yang melintasi jalur Sanggau-Pontianak, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Satlantas Polres Kubu Raya. Ia merasa sangat terbantu dengan kehadiran petugas yang sigap mengatur lalu lintas.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian, khususnya Satlantas Polres Kubu Raya, yang mengatur arus lalu lintas dan memberikan himbauan kepada kami. Kehadiran mereka sangat membantu, terutama saat air mulai naik. Dengan adanya petugas di lapangan, kami merasa lebih aman dan terbantu dalam menghadapi situasi ini,” ujar Sutiyoso.

"Banjir yang melanda beberapa titik di Kubu Raya ini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Koordinasi antara Satlantas Polres Kubu Raya dan pemerintah daerah terus dilakukan untuk meminimalkan dampak banjir, khususnya di jalur lintas kendaraan antarprovinsi," pungkasnya. (ash)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Desa Teluk Bakung #jalan trans Kalimantan #SUNGAI AMBAWANG #banjir #kubu raya