SUNGAI RAYA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Herry Purwoko, mengimbau masyarakat di wilayah Kubu Raya untuk waspada terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Setelah hampir sepekan tanpa hujan, risiko karhutla meningkat signifikan. Berdasarkan pantauan BPBD, titik api ditemukan di Kecamatan Sungai Raya, Rasau Jaya, Sungai Kakap, dan Sungai Ambawang. Total ada 17 titik api di kabupaten ini.
“Di Sungai Ambawang terdapat 1 titik api, sementara Sungai Raya terdeteksi 7 titik, Sungai Kakap 6 titik, dan Rasau Jaya 3 titik,” jelasnya Herry pada Selasa (29/10).
Untuk mengatasi kebakaran di Sungai Raya, BPBD Kubu Raya bekerja sama dengan pihak lain dalam pemadaman dan pemblokiran lahan untuk mencegah penyebaran api ke permukiman.
Herry menambahkan, BPBD dan pihak terkait melakukan patroli rutin di titik-titik rawan dan berkoordinasi dengan TNI/Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, serta pihak lainnya.
Status siaga darurat karhutla di Kubu Raya berlaku hingga 31 Desember. Menjelang akhir tahun, BPBD juga memetakan wilayah rawan bencana seperti kabut asap, banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.
Herry mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan melaporkan segera bila ada titik api baru.
“Masyarakat sudah kami imbau untuk waspada, dan anggaran sudah disiapkan jika situasi memburuk. Kendala utama adalah minimnya sumber air, khususnya di lahan gambut yang kering saat musim kemarau,” ujar Herry.
BPBD Kubu Raya mengajak seluruh masyarakat mendukung upaya pencegahan kebakaran agar situasi tetap terkendali. (ash)
Editor : A'an