Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Petaka Layang-Layang, Angkasa Pura Gelar Simulasi Penanggulangan Darurat di Bandara Supadio

A'an • Jumat, 22 November 2024 | 11:04 WIB

 

KECELAKAAN: Pihak Bandara Supadio bersama sejumlah pihak terkait lainnya menggelar simulasi insiden penanggulangan darurat di Bandara Supadio, Kamis (21/11) di Bandara Supadio.
KECELAKAAN: Pihak Bandara Supadio bersama sejumlah pihak terkait lainnya menggelar simulasi insiden penanggulangan darurat di Bandara Supadio, Kamis (21/11) di Bandara Supadio.

SUNGAI RAYA – Sebuah pesawat Cheetah Air JP3355 tipe Boeing 737-600 mengalami insiden di landasan pacu Bandara Supadio pada Kamis (21/11) sekitar pukul 09.10 WIB.

Insiden ini disebabkan oleh tali layang-layang yang menyangkut di roda depan pesawat, yang kemudian menyebabkan munculnya asap dari roda tersebut. Tim Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF) segera dikerahkan untuk memberikan pertolongan pertama kepada penumpang dan kru pesawat serta memastikan keselamatan di lokasi kejadian.

"Kami telah mengonfirmasi adanya lima orang korban luka ringan dan dua penumpang yang pingsan. Korban luka ringan saat ini telah berada di Greeters & Meeters, sementara dua penumpang yang pingsan telah dirujuk ke RS Dr. Soetomo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Supadio, Muhamad Iwan Sutisna, dalam konferensi pers pada Kamis (21/11) terkait simulasi penanggulangan keadaan darurat di Bandara Supadio.

Iwan menjelaskan bahwa tim evakuasi dan penyelamat bekerja dengan sigap untuk memastikan keselamatan semua pihak dan meminimalkan risiko lebih lanjut. "Penyebab insiden ini masih dalam tahap investigasi. Kami bekerja sama dengan KNKT dan pihak terkait lainnya untuk mengungkap fakta yang terjadi," jelasnya.

Dalam simulasi tersebut, menurut hasil awal investigasi dan laporan dari Airnav, tali layang-layang yang menyangkut di roda depan pesawat menjadi penyebab utama insiden ini.

"Jika situasi seperti ini benar-benar terjadi, kami sudah siap untuk berkomunikasi dengan keluarga penumpang yang terdampak. Kami juga memastikan semua pihak mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi penumpang dan perkembangan situasi," ujar Iwan.

Simulasi ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 479 Tahun 2015 tentang Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara. "Kegiatan ini dilakukan setiap dua tahun sekali dan menjadi kewajiban. Tujuannya adalah untuk memastikan operasional bandara tetap berjalan dengan aman, bahkan dalam situasi darurat," sebut dia.

"Ini juga bagian dari evaluasi bagaimana kita menangani situasi yang tidak normal atau Irregular Operation (IROP)," sambung Iwan, seraya mengatakan bahwa simulasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan personel bandara dalam menangani situasi darurat serta meminimalkan risiko bagi penumpang dan petugas.

Bandara Supadio juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menerbangkan layang-layang di sekitar wilayah bandara guna menghindari insiden serupa di masa mendatang.

"Kami juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dalam simulasi ini, yang diharapkan menjadi evaluasi berkelanjutan untuk peningkatan standar keselamatan penerbangan," pungkasnya. (ash)

Editor : A'an
#bandara supadio #kubu raya #Cheetah Air JP3355