Syarifah Ema Rahmaniah: “Sujiwo, Petarung Sejati” dan Harapan untuk Kubu Raya

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 15 Desember 2024 | 20:06 WIB
MENANG PILKADA: Calon Bupati Kubu Raya Sujiwo saat menggunakan pakaian dinas kepala daerah. Bersama Sukiryanto, ia berhasil memenangkan Pilkada Kubu Raya 2024.
MENANG PILKADA: Calon Bupati Kubu Raya Sujiwo saat menggunakan pakaian dinas kepala daerah. Bersama Sukiryanto, ia berhasil memenangkan Pilkada Kubu Raya 2024.


KUBU RAYA – Ketua Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Tanjungpura, Dr. Syarifah Ema Rahmaniah, memberikan julukan “Sujiwo Petarung Sejati” kepada Sujiwo, S.E., M.Sos., Bupati Terpilih Kabupaten Kubu Raya periode 2025–2030. Julukan ini, menurut Ema, mencerminkan semangat dan keteguhan Sujiwo dalam memperjuangkan kemajuan Kubu Raya.

Perjalanan politik Sujiwo dimulai sejak ia menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Pontianak pada periode 1999–2004, dilanjutkan dengan periode kedua pada 2004–2007. Jejak langkahnya sebagai pemimpin yang dapat dipercaya sejalan dengan konsep kredibilitas yang dikemukakan Kouzes dan Posner dalam buku The Leadership Challenge, yang menyebut bahwa “kredibilitas adalah fondasi utama dari kepemimpinan yang baik.”

Sejak berdirinya Kabupaten Kubu Raya pada 17 Juli 2007, nama Sujiwo semakin dikenal. Pada Pilkada 2009–2014, ia mencalonkan diri bersama Raja Sapta Oktohari, namun harus mengakui keunggulan pasangan Muda Mahendrawan–Andreas Muhrotien di putaran kedua. Kekalahan itu menjadi pelajaran berharga yang mendorongnya memperkuat strategi politik untuk masa depan.


Perjalanan Politik yang Jatuh Bangun

Pada Pilkada 2013–2018, Sujiwo memilih peran strategis sebagai panglima tempur bagi pasangan Rusman Ali–Hermanus. Kemenangan pasangan ini atas bupati petahana semakin menegaskan Sujiwo sebagai sosok yang tangguh.

Lima tahun kemudian, Sujiwo kembali bertarung di Pilkada 2018, kali ini sebagai calon Wakil Bupati mendampingi Muda Mahendrawan. Pasangan Muda-Jiwo (MJ) berhasil memenangkan Pilkada dengan raihan suara 70 persen. Kemenangan ini menjadi bukti kepercayaan besar masyarakat Kubu Raya kepada mereka.

Pada Pilkada 2024, Sujiwo maju sebagai calon Bupati bersama Sukiryanto, Anggota DPD RI. Pasangan Sujiwo–Sukiryanto (Jikir) mengalahkan pasangan Rosalina–Marijan (Roma) dan Rusman Ali–Muhammad Fachri (Ramah). Kemenangan ini menegaskan keteguhan Sujiwo yang pantang menyerah serta kepercayaan masyarakat terhadapnya.


Harapan untuk Masa Depan Kubu Raya

Ema menilai bahwa perjalanan politik Sujiwo yang penuh lika-liku telah membentuknya menjadi pemimpin luar biasa. Keteguhannya menghadapi kekalahan dan ujian mencerminkan pesan G.K. Chesterton, bahwa seorang prajurit sejati bertarung bukan karena kebencian terhadap lawan, tetapi karena cinta pada rakyat yang dilayaninya.

Sebagai bupati terpilih, Sujiwo diharapkan mampu mengedepankan strategi pemberdayaan berbasis kesadaran dengan memperkuat empat elemen kekuasaan:
1. Power Within – Meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama kelompok terpinggirkan.
2. Power To – Memberikan akses setara bagi semua individu untuk berkontribusi.
3. Power Over – Membangun kesadaran kolektif dalam menyelesaikan permasalahan kritis.
4. Power With – Meningkatkan solidaritas untuk menghadapi tantangan bersama.

Ema juga berharap kepemimpinan Sujiwo akan berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan Kubu Raya. Mengutip nasihat Brigham Young, ia menyebut bahwa mendidik perempuan berarti mendidik generasi.

Dengan semangat juang yang membara, Sujiwo diyakini mampu membawa Kubu Raya menjadi daerah yang tangguh, mandiri, dan maju. Seperti ungkapan Tan Malaka, “Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk.” Kekalahan masa lalu bukanlah akhir, melainkan pijakan menuju kemenangan yang lebih besar.

Sujiwo kini memikul tanggung jawab besar sebagai pemimpin transformatif. Harapan masyarakat Kubu Raya ada di pundaknya untuk menciptakan perubahan yang nyata, demi kemajuan bersama. (ash/ser)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
sujiwo kubu raya