SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar Peringatan Hari Ibu ke-94 di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (17/12).
Acara ini mengusung tema "Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045", yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Dalam kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Kubu Raya, Syarif Kamaruzaman, menekankan bahwa bangsa Indonesia berdiri kokoh berkat perjuangan perempuan yang bersemangat memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus.
"Tak terbilang lagi pahlawan perempuan yang namanya tetap harum hingga kini dan menjadi inspirasi bagi kita semua. Seperti RA Kartini, Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Nyi Ageng Serang, Martha Christina Tiahahu, Rasuna Said, Laksamana Malahayati, dan masih banyak lagi," ujar Kamaruzaman dalam sambutannya.
Kamaruzaman menambahkan, perjuangan gerakan perempuan telah membawa keyakinan baru bagi perempuan Indonesia. Kesetaraan gender diyakini akan mendorong kebersamaan serta memberikan kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan.
"Karena perempuan mengisi hampir setengah dari populasi Indonesia, maka kemajuan perempuan dan partisipasi perempuan dalam pembangunan akan menentukan pula kemajuan Indonesia," jelasnya.
Kamaruzaman menilai, perempuan yang terlibat aktif dalam perjuangan dan pergerakan telah menjadi inspirasi bagi seluruh anak bangsa. Mereka telah berperan dalam mengubah tatanan kehidupan menjadi lebih baik dan lebih berkeadilan.
Dalam kesempatan yang sama, Kamaruzaman juga menyampaikan arahan Presiden melalui Astacita, di mana Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah merencanakan tiga program prioritas untuk lima tahun ke depan. Tiga program tersebut adalah Ruang Bersama Merah Putih (RBMP), perluasan fungsi Call Centre SAPA 129, dan Satu Data Gender dan Anak Berbasis Desa.
Terkait program Ruang Bersama Merah Putih (RBMP), Kamaruzaman menjelaskan bahwa program ini akan menjadi ruang praktik demokrasi yang mengedepankan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan gender guna meningkatkan kualitas hidup serta perlindungan perempuan dan anak di tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
"RBMP merupakan kelanjutan dari program desa/kelurahan ramah perempuan dan peduli anak yang telah menjadi prioritas KemenPPPA sebelumnya. Program ini akan dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi lintas lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya," terangnya.
Kamaruzaman juga mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksikan perjuangan leluhur dan menguatkan rasa kebangsaan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga konsensus kebangsaan yang menjadi pilar utama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Proklamasi 79 tahun silam adalah buah perjuangan berat leluhur kita setelah ratusan tahun hidup di bawah kolonialisme. Karenanya, pikiran dan sikap kita harus teguh dan konsisten meneruskan konsensus kebangsaan kita yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945," tegas Kamaruzaman. (ash)
Editor : A'an