PONTIANAK POST - Bupati Kubu Raya terpilih, Sujiwo, menyambut baik rencana pemerintah pusat yang akan memajukan jadwal pelantikan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 menjadi 6 Februari 2025.
Menurutnya, percepatan pelantikan ini akan memberikan kepastian politik sekaligus memungkinkan dirinya dan Sukiryanto untuk segera bekerja dan mengabdi kepada masyarakat Kubu Raya.
"Kami sebagai bupati dan wakil bupati pada intinya siap mengikuti apa yang telah diputuskan pemerintah pusat. Mau dimajukan atau dimundurkan sebetulnya tidak ada masalah. Namun, lebih cepat dilantik tentu lebih baik karena saya dan Pak Sukiryanto dapat segera melakukan pelayanan publik dan pengabdian nyata kepada rakyat," ujar Sujiwo saat ditemui, Jumat (31/1) di Sungai Raya.
Sujiwo menilai bahwa pelantikan lebih awal akan memberikan kepastian politik bagi masyarakat Kubu Raya setelah masa transisi pasca-Pilkada. "Kadang kala saat turun ke lapangan, kita bingung menjawab ketika masyarakat bertanya kapan kami dilantik. Dengan rencana pelantikan lebih awal, kami bisa lebih cepat mengeksekusi program-program yang telah kami janjikan saat kampanye," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa percepatan pelantikan akan memudahkan perancangan dan pelaksanaan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Sujiwo kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat Kubu Raya, tanpa membedakan latar belakang politik.
"Meskipun telah kami sampaikan berulang kali, kami tidak akan pernah bosan menegaskan bahwa pasangan Jiwo-Sukir akan menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat Kubu Raya. Tidak ada lagi pendukung 01, 02, atau 03. Semuanya adalah warga Kubu Raya yang akan kami layani dengan sepenuh hati," tegasnya.
Sebagai bentuk komitmennya dalam membangun Kubu Raya, Sujiwo juga membuka peluang untuk mengakomodasi program-program pasangan calon lain selama bertujuan untuk kemajuan daerah.
"Jika ada ide atau program yang baik, tentu akan kami pertimbangkan dan implementasikan demi kemajuan Kubu Raya," pungkasnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair