PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, menyerahkan bantuan bahan makanan pokok kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Sungai Ambawang dan Kecamatan Kuala Mandor B. Penyerahan bantuan dilakukan Rabu (5/2) secara simbolis kepada Camat Sungai Ambawang dan Camat Kuala Mandor B di Kantor Bupati Kubu Raya.
Bantuan yang disalurkan mencakup beras, mi instan, minyak goreng, gula pasir, serta kebutuhan pokok lainnya. Yusran Anizam menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Kubu Raya terhadap warga yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak. Pemkab Kubu Raya terus berupaya memberikan bantuan secara bertahap agar semua warga mendapatkan kebutuhan pokok yang layak," ujar Yusran. Selain itu, Pemkab Kubu Raya juga telah berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, serta instansi terkait untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Camat Sungai Ambawang, Jurin, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan warga terdampak dan akan mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. "Cukup banyak warga yang terdampak akibat banjir kali ini, sehingga bantuan dari pemerintah sangat dibutuhkan. Kami akan segera menyalurkan bantuan ini kepada masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kubu Raya, Hery Purwoko, mengungkapkan bahwa ratusan rumah di kedua kecamatan tersebut terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari mata kaki hingga selutut orang dewasa. Sebagai respons cepat terhadap bencana ini, Pemkab Kubu Raya telah menetapkan status tanggap darurat Banjir, Rob, dan Longsor (Batingsor) sejak 24 Januari hingga 6 Februari 2025. Status ini bertujuan untuk memberikan perhatian lebih kepada masyarakat terdampak, mengingat banyaknya rumah yang terendam serta kebutuhan mendesak lainnya.
BPBD Kubu Raya juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap waspada, terutama terkait bahaya kelistrikan. "Perhatikan kondisi kelistrikan di rumah dan hindari penggunaan alat elektronik yang dapat membahayakan keselamatan," tegas Hery. Pemerintah juga mengajak warga tetap siaga terhadap potensi kenaikan debit air dan segera melapor jika membutuhkan bantuan lebih lanjut. "Kami mengimbau masyarakat agar terus waspada dan segera menghubungi petugas jika membutuhkan pertolongan tambahan," pungkasnya. (ash)
Editor : A'an