PONTIANAK POST — Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian Cristian Ricardo setelah tujuh hari pencarian intensif. Bocah berusia enam tahun itu dilaporkan hilang setelah diterkam buaya di Sungai Simpang Aur, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Keputusan penghentian pencarian diambil pada Senin (10/2), setelah upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (2/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, Cristian tengah mandi di parit dekat rumahnya bersama sang paman, Inca, dan kakaknya. Tiba-tiba, seekor buaya berukuran sekitar empat meter muncul dan menyeret Cristian ke arah sungai besar. Pamannya sempat berusaha menolong, namun buaya tersebut bergerak terlalu cepat.
"Selama tujuh hari, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Siaga SAR KKU, Polairud Batu Polda Kalbar, Polsek Batu Ampar, Puskesmas Batu Ampar, masyarakat setempat, serta keluarga korban, telah melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu dan motor air. Area pencarian mencakup radius 8,5 mil laut dengan koordinat 0°43'12.22"S - 109°39'54.66"T, 0°41'21.61"S - 109°48'14.23"T, 0°41'23.93"S - 109°48'14.58"T, dan 0°43'18.78"S - 109°39'56.36"T. Namun, hingga hari ketujuh, korban belum ditemukan," ujar Ade, Selasa (11/2).
Pada pukul 16.20 WIB, Tim SAR gabungan resmi mengakhiri operasi dengan hasil nihil. Setelah melakukan evaluasi, diputuskan bahwa pencarian dihentikan, dan seluruh personel kembali ke kesatuan masing-masing pada pukul 17.20 WIB.
Ade mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama bagi anak-anak. "Meskipun pencarian resmi telah dihentikan, masyarakat setempat tetap diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan guna menghindari insiden serupa," pungkasnya. (mrd/r)
Editor : A'an