PONTIANAK POST - Koperasi Produsen Mandiri Sejahtera (KPMS) tengah menyiapkan lahan seluas 86 hektare di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, untuk mengembangkan tiga komoditas unggulan, yakni jagung, daun katuk (cangkok manis), dan singkong. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian daerah serta mendukung perekonomian petani lokal.
Ketua KPMS Kubu Raya, Masyafa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan perjanjian kerja sama dengan 60 kelompok tani (poktan) untuk mengelola dan memproduksi ketiga komoditas tersebut. Ia menilai bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi besar dalam menyuplai kebutuhan jagung, daun katuk, dan singkong. " Saat ini, potensi tersebut belum termanfaatkan secara maksimal," ujarnya, Rabu (5/3) di Sungai Raya.
Tiga komoditas tersebut dipilih karena memiliki keunggulan tersendiri, baik dari segi kemudahan budidaya maupun nilai ekonomi. "Produksi singkong jenis tapioka sangat besar karena konsumsi masyarakat terus meningkat. Bahkan, sudah ada permintaan dari luar negeri. Singkong ini bukan hanya untuk keripik, tetapi juga bisa menjadi bahan menu tambahan bagi masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian Kubu Raya, Norasari Arani, mengapresiasi langkah KPMS yang telah menyiapkan 86 hektare lahan untuk tiga komoditas unggulan ini, meskipun masih dalam tahap awal. "Ini menunjukkan keseriusan dalam pengembangan usaha koperasi," katanya.
Di tingkat lokal, lanjut Norasari, pemerintah daerah telah menyiapkan pangsa pasar untuk mendukung penjualan hasil produksi koperasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penataan kawasan perdagangan, khususnya di pasar-pasar tradisional di sembilan kecamatan di Kubu Raya.
"Dengan adanya penataan kawasan perdagangan, kita bisa menghubungkan pemasok dari koperasi ini dengan UMKM yang membutuhkan bahan dasar dari ketiga komoditas tersebut," jelasnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kubu Raya, Wan Iwansyah, menilai bahwa kehadiran KPMS dapat berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Ia optimistis bahwa koperasi produsen seperti ini akan terus berkembang, karena produknya sudah memiliki pasar yang siap menyerap hasil panen. (ash)
Editor : Miftahul Khair