Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

2.000 KK Terdampak Banjir, Pemkab Kubu Raya Kerahkan 15 Perahu Karet dan Posko Kesehatan

Ashri Isnaini • Senin, 10 Maret 2025 | 21:05 WIB

Bupati Kubu Raya Sujiwo menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Sungai Ambawang pada Senin (10/03/2025).
Bupati Kubu Raya Sujiwo menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Sungai Ambawang pada Senin (10/03/2025).

PONTIANAK POST - Setelah meninjau langsung lokasi banjir dan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi warga terdampak banjir di Desa Lingga, Teluk Bakung, dan Pancaroba, Kecamatan Sungai Ambawang pada Minggu (9/3), Bupati Kubu Raya, Sujiwo, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kubu Raya menggelar Rapat Pembahasan Penanganan Bencana Banjir pada Senin (10/3) di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, hingga Minggu (10/3), ketinggian air di Kilometer 39, Desa Pancaroba, mencapai 50 cm akibat luapan Sungai Landak yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi.

Sementara itu, di Kilometer 40, Dusun Teluk Lais, Desa Teluk Bakung, ketinggian air mencapai 80 cm. Banjir juga mengakibatkan kerusakan pada beberapa ruas jalan, terutama di kawasan Kayu Ara, Desa Pancaroba, serta Teluk Lais, Desa Teluk Bakung.

Dalam rapat tersebut, Bupati Sujiwo menegaskan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah mengambil langkah-langkah strategis untuk membantu warga terdampak banjir. Mulai Selasa (12/3), pemerintah akan mulai menyalurkan nasi bungkus bagi masyarakat yang terdampak di Kecamatan Sungai Ambawang.

Baca Juga: Tim Gabungan Sisir Sungai Bulan A Cari Nelayan yang Tenggelam Saat Beraktivitas

"Paling lambat besok (Selasa, 12/3), kita sudah menyediakan 15 perahu karet yang akan disebar di lokasi banjir, terutama titik dengan debit air tinggi. Selain itu, kita akan mendirikan posko-posko sesuai kebutuhan," ujar Sujiwo kepada wartawan setelah memimpin rapat.

Sujiwo menambahkan dalam hasil rapat tersebut, Polres Kubu Raya bersama TNI  juga akan menyediakan posko dan tenda darurat disejumlah titik lokasi banjir. 

Mengenai posko kesehatan, kata Sujiwo, pemerintah kabupaten akan berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Barat atas saran Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, untuk menerjunkan tenaga kesehatan serta menyiapkan perlengkapan alat kesehatan dan obat-obatan.

"Sejumlah langkah ini segera kami lakukan karena masyarakat terdampak tidak bisa menunggu. Mereka sedang dalam kondisi sulit, dan kami harus bergerak cepat," tegas Sujiwo.

Baca Juga: Masjid Ismuhu Yahya Gelar Pasar Bahagia dan Bukber dengan 1.000 Anak Yatim

Orang nomor satu di Pemerintahan Kubu Raya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berempati terhadap warga yang terdampak banjir.

"Mari kita bayangkan jika kita atau keluarga kita berada dalam kondisi yang sama. InsyaAllah, kami akan bekerja totalitas dalam menangani musibah ini. TNI/Polri dan pihak terkait lainnya juga sudah luar biasa berjibaku sejak hari pertama banjir terjadi," ungkapnya.

Sujiwo turut mengucapkan terima kasih kepada TNI/Polri dan semua pihak yang telah membantu dalam upaya penanganan banjir di Kubu Raya. Saat ini, lanjut Sujiwo Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah membentuk tim khusus untuk menangani banjir, guna meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Lebih lanjut, Pemkab Kubu Raya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pihak swasta.

Namun, bantuan dari swasta bersifat cadangan, sementara prioritas utama adalah menggunakan anggaran APBD Kubu Raya serta dinas terkait untuk mendistribusikan sembako kepada warga terdampak.

"Semua bantuan bisa langsung dikirim ke lokasi terdampak. Camat dan kepala desa di daerah banjir harus segera mengoordinasikan distribusi bantuan agar warga segera mendapat pertolongan," tambahnya.

Terkait durasi penanganan banjir, Sujiwo menyebut pihaknya belum dapat memperkirakan berapa lama kondisi ini akan berlangsung. Berdasarkan prakiraan cuaca, curah hujan diperkirakan masih akan terjadi hingga 15 Maret mendatang.

"Kita berharap banjir bisa segera surut. Namun, jika kondisi ini berlangsung lebih dari satu bulan, maka ini menjadi tanggung jawab kita. Dan negara harus hadir di tengah kesulitan rakyat," ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Gelar Operasi Pasar Murah di Desa Kapur, Tekan Inflasi selama Bulan Suci Ramadan

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menyalurkan 500 paket bantuan sembako berisi beras, mi instan, minyak goreng, dan gula pasir.

"Dalam waktu dekat, sebanyak 500 paket sembako tambahan akan dikirimkan, dengan target total bantuan mencapai 2.000 paket yang akan diberikan secara bertahap," ungkapnya. 

Dalam jangka menengah dan panjang, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga tengah mencari solusi untuk mencegah banjir berulang di masa depan.

"Banjir kali ini cukup parah, dengan sekitar 2.000 kepala keluarga terdampak, yang terdiri dari belasan ribu jiwa. Banyak warga terisolasi dan tidak bisa berbuat apa-apa. Kami mengetuk hati semua pihak untuk bersama-sama membantu mereka," ajak Sujiwo.

Baca Juga: KPMS Kubu Raya Kembangkan 86 Ha Lahan untuk Komoditas Unggulan

Pada kesempatan yang sama, Sujiwo juga menginstruksikan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat untuk membuka posko kesehatan serta menyiapkan tenaga medis dan obat-obatan.

"Paling tidak, tenaga medis bisa membantu warga yang mengalami diare, gatal-gatal, atau penyakit lainnya akibat banjir," pungkasnya. (ash)

Editor : Miftahul Khair
#pengungsi #korban #Ambawang #banjir #kubu raya