PONTIANAK POST - Pemudik yang akan melintasi jalan Trans Kalimantan mesti hati-hati karena masih banyak jalan rusak dan berlubang yang dapat memicu kecelakaan.
Berdasarkan pantauan Pontianak Post, Kamis (27/3) masih banyak jalan rusak dan berlubang di sejumlah titik meski sebagian jalan sudah diperbaiki dan lubang sudah ditambal.
Jalan yang berlubang bervariasi, dari yang kecil hingga besar bahkan dalam sehingga sangat berbahaya bagi pengendara, terutama pengendara kendaraan roda dua. Kondisi ini tidak hanya terjadi di kawasan banjir, tetapi juga di tempat lainnya yang bukan kawasan banjir. Lubang-lubang kecil juga mengintai pengendara sehingga mesti meningkatkan kewaspadaan.
Pada pantauan Pontianak Post hari ke-27 Ramadan, pemudik yang melintasi jalan Trans Kalimantan masih sepi. Namun, kondisi jalan yang rusak dan berlubang mengharuskan pengemudi mengurangi kecepatannya.
Hal ini yang dialami F. Firmansyah yang melakukan perjalanan dari Pontianak ke Sanggau Kapuas. Bila biasanya ia berkendara dengan kecepatan 90 hingga 100 km/jam, kali ini ia mengurangi kecepatan hingga 10km/jam. "Paling 80 km/jam," katanya.
Padahal, lanjut ia sengaja memilih pulang sebelum akhir pekan karena menghindari ramainya pemudik dan bisa tiba di rumah dalam waktu 3,5 jam. Namun, perkiraannya perjalanan akan memakan waktu lebih lambat, yakni sekitar 4 hingga 4,5 jam.
Firmansyah mengatakan terpaksa mengurangi kecepatan karena ada banyak lubang yang tidak diduga-duga. Bila biasanya ia hafal lokasi tempat berlubang, namun saat ini ia sering dikagetkan dengan munculnya lubang baru.
"Pengendara yang akan ke hulu harus berhati-hati karena jalannya sudah tidak kayak dulu sudah tahu lubangnya di sini-sini. Tapi sekarang lubangnya tak diduga-duga," katanya.
Bagi pengendara yang sudah lama tidak melintasi jalur ini, kata Firmansyah sebaiknya tidak berkendara dengan kecepatan tinggi. "Jangankan setahun tidak pulang, dalam enam bulan ini bisa terlihat perubahan kondisi jalan itu kan, lubang sudah nampak," katanya.
Firmansyah juga beberapa kali menabrak lubang,bersyukur ia bisa mengatasi situasi itu sehingga tidak terjatuh. Ia juga menghindari terlalu dekat berkendara di belakang mobil. Menurutnya, bila terlalu dekat akan kesulitan melihat lubang yang ada karena tertutup badan mobil.
"Apalagi yang awam, pulang setahun sekali akan kaget lihat jalan ini. Jika di belakang mobil, bila biasanya jarak beberapa meter saja, kalau bisa lebih jauh lagi untuk dapat melihat lubang yang tak terduga," ujarnya.
Ia berharap kondisi jalan ini bisa segera ditindaklanjuti pihak terkait karena sangat membahayakan pengguna jalan, terutama bagi pengendara roda dua.
"Semoga jalan ini diperhatikan lagi. Kalau yang pakai mobil mungkin aman saja, tetapi yang pakai motor mengkhawatirkan," ujarnya.
Wijaya, pengendara lainnya juga merasakan keluhan yang sama. Baru tiga bulan tak melintasi kawasan ini, lubangnya sudah bertambah banyak. Bahkan, kata dia bukan hanya di kawasan banjir tetapi di tempat lainnya juga banyak lubang.
"Tadi beberapa kali nabrak lubang kecil, bersyukur aman-aman saja," katanya.
Ia menyarankan pemudik untuk melakukan perjalanan pada pagi atau siang hari agar memungkinkan para pengendara melihat lubang-lubang yang ada.
"Lubangnya ini selain banyak, juga ada yang kecil bahkan dalam. Maka harus hati-hati. Sebaiknya jangan mudik malam hari, karena minim pencahayaan," sarannya.
Wijaya berharap kondisi jalan segera diperbaiki, lubang yang ada dapat segera ditambal.
"Beberapa hari ini mungkin jadi puncak arus mudik, orang-orang sudah pada libur kerja. Mudah-mudahan segera diperbaiki supaya masyarakat juga lebih tenang dan aman dalam berkendara," pungkasnya. (mrd)
Editor : A'an