PONTIANAK POST – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan Idulfitri 1446 Hijriah di Kabupaten Kubu Raya terpantau aman dan kondusif. Tidak ada satu pun tindak kriminal yang terjadi sepanjang momen Lebaran, mencerminkan keberhasilan pengamanan yang patut diapresiasi.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2025 yang digelar Polres Kubu Raya sejak 26 Maret hingga 8 April 2025, sebagai bagian dari instruksi Polda Kalimantan Barat.
Operasi ini melibatkan 300 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, instansi pemerintah, serta relawan masyarakat. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Polres Kubu Raya mendirikan tujuh pos pengamanan yang terdiri atas tiga Pos Pengamanan (Pos Pam), tiga Pos Pelayanan (Pos Yan), dan satu Pos Terpadu. Seluruh pos tersebut ditempatkan di titik-titik strategis seperti pusat keramaian, jalur mudik dan balik, serta kawasan rawan gangguan keamanan.
Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan selama Lebaran merupakan hasil dari sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat aktif menjaga stabilitas kamtibmas. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan aktif. Kondisi kamtibmas yang aman ini bukan semata hasil kerja Polri, tetapi buah dari kolaborasi nyata antara aparat, pemerintah, dan masyarakat,” ujar Wahyu Jati Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/4), di Sungai Raya.
Wahyu juga menyoroti peran penting tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta komunitas lintas etnis yang turut menjaga keharmonisan dan ketertiban selama momen Idulfitri. Sementara itu, Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menambahkan bahwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2025, personel Polres Kubu Raya menjalankan tugas secara maksimal sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Selama operasi berlangsung, personel kami melakukan patroli intensif di titik-titik rawan, pusat keramaian, serta jalur mudik dan balik sesuai perintah Kapolres. Kami pastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Alhamdulillah, tidak ada laporan tindak kriminal yang masuk selama Lebaran,” ucap Ade.
Lebih dari sekadar menjaga keamanan, kehadiran polisi di lapangan juga bertujuan membangun kepercayaan publik. Ade menjelaskan, pendekatan yang dilakukan bersifat humanis, penuh empati, serta mengedepankan komunikasi yang baik antara aparat dan warga. “Ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat memberi dampak positif. Dengan pendekatan humanis, sinergi lintas sektor, dan partisipasi aktif warga, kamtibmas yang kondusif benar-benar bisa terwujud,” tutupnya. (ash)
Editor : Hanif